- KKP mengirim 1.142 taruna ke Aceh dan Sumatra untuk mendukung pemulihan pascabencana berdasarkan koordinasi dengan Mendagri Tito Karnavian.
- Ribuan taruna tersebut akan ditempatkan di tiga sampai empat titik fokus selama tiga bulan, termasuk membantu pembersihan material lumpur.
- Mendagri memetakan tujuh fokus kabupaten/kota di Aceh serta beberapa wilayah di Sumatra Utara dan Barat terdampak longsor dan limpahan lumpur.
Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan 1.142 taruna ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Pengiriman taruna tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengiriman taruna itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
“Hari ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mengirim 1.142 Taruna ke wilayah daerah bencana di Aceh dan Sumatra. Kita berkoordinasi dengan Ketua Satgas, Menteri Dalam Negeri Pak Tito, beliau hadir di sini juga melepas keberangkatan taruna,” kata Trenggono.
Menurut Trenggono, ribuan taruna tersebut akan ditempatkan di tiga hingga empat titik berbeda sesuai kebutuhan di lapangan. Dari total sekitar 6.000 taruna yang dimiliki KKP, pihaknya menyatakan siap menambah personel apabila dibutuhkan.
“Kita sudah berkoordinasi dari jumlah Taruna yang kita sampaikan itu nanti dibagi di beberapa titik, ada tiga sampai empat titik dengan jumlah tertentu. Totalnya kira-kira 1.142. Kita punya 6.000 Taruna kurang lebih, jadi nanti kalau Pak Mendagri call lagi ke kita untuk ditambahkan, kita siap,” ujarnya.
Trenggono menuturkan, dirinya telah meninjau langsung wilayah terdampak bencana sekitar sepekan lalu dan melihat medan yang cukup berat. Karena itu, KKP membekali para taruna agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas.
“Saya sudah pergi ke sana baru satu minggu yang lalu, sudah keliling dari ujung ke ujung memang medannya sangat luar biasa. Kita sudah bekali kepada seluruh Taruna ini, kita sampaikan jangan sampai mereka di sana sakit,” jelasnya.
Para taruna akan bertugas selama tiga bulan dan memperoleh pengakuan akademik berupa kredit 8 satuan kredit semester (SKS). Tugas mereka antara lain membantu proses pemulihan, termasuk pembersihan lumpur yang menumpuk di sejumlah wilayah.
“Tugasnya banyak, di antaranya membantu recovery, salah satunya membantu pembersihan lumpur karena lumpurnya kan tinggi-tinggi. Tentu tugas utamanya nanti tergantung dari Pak Ketua Satgas,” kata Trenggono.
Baca Juga: Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan pemetaan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Dari 52 kabupaten/kota terdampak di Aceh, terdapat tujuh wilayah yang menjadi fokus penanganan.
“Yang di Aceh itu spesifik ada tujuh. Empat ada di lowland, tiga di highland,” kata Tito.
Wilayah highland meliputi Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, dengan persoalan utama berupa longsor, jembatan putus, serta akses jalan tertutup. Adapun wilayah lowland menghadapi limpahan lumpur dari sungai.
“Kalau di lowland itu lebih banyak karena limpahan lumpur yang luar biasa dari sungai-sungai. Itu terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya,” ujarnya.
Tito menambahkan, di Sumatra Utara wilayah terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, serta Humbang Hasundutan, dengan dominasi lumpur dan longsoran.
Wilayah Sumatra Barat daerah terdampak meliputi Agam, Tanah Datar, Kabupaten Pariaman, dan Pesisir Selatan juga mayoritas terdampak longsoran dan banjir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin
-
Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Depan Kedubes AS, Sindir Janji Jokowi Soal Payung Hukum
-
Misteri Jurist Tan Dijuluki 'Bu Menteri': Hakim Gregetan, Jaksa Didesak Segera Tangkap Buronan Ini
-
YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
-
Kedubes Iran Klarifikasi Unjuk Rasa di Teheran, Ada Intervensi AS dan Israel