- Sebuah hamparan sampah masif di Tanggul Pantai Muara Baru, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik karena kondisi lingkungan memprihatinkan.
- Sampah di kolam air proyek NCICD diduga hasil urugan oknum menggunakan truk dari berbagai wilayah selama beberapa bulan.
- Pemerintah Kota Jakarta Utara mulai melakukan pembersihan massal sejak Jumat dan berencana memasang pagar sebagai pencegahan jangka panjang.
Suara.com - Media sosial tengah dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan hamparan sampah masif di area Tanggul Pantai Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.
Tumpukan limbah tersebut tampak begitu padat hingga menyerupai daratan atau karpet raksasa yang membentang di atas permukaan air.
Lokasi yang kini menjadi sorotan publik itu merupakan area kolam air yang terbentuk akibat proyek pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Tumpukan sampah didominasi oleh limbah rumah tangga, plastik, styrofoam, potongan kayu, hingga puing-puing bangunan yang menggunung.
Kondisi ini pun memicu dampak lingkungan yang memprihatinkan, mulai dari warna air yang berubah cokelat pekat hingga aroma busuk yang menusuk hidung.
Warga sekitar mengeluhkan keberadaan sampah tersebut yang kini telah menjadi sarang nyamuk dan lalat serta meresahkan kenyamanan pemukiman.
Menurut laporan warga, fenomena memilukan ini diduga telah berlangsung selama tiga hingga lima bulan terakhir tanpa adanya penanganan yang serius.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat memberikan keterangan resmi terkait penanganan sampah di kawasan tersebut.
Timbunan itu disinyalir berasal dari aksi oknum yang sengaja menguruk area danau menggunakan sampah dan puing.
Baca Juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
Truk-truk dari berbagai wilayah dilaporkan sering membuang muatan limbah mereka ke lokasi tersebut hingga memenuhi area dari ujung ke ujung.
"Danau tersebut oleh oknum masyarakat diurug sampah atau puing dengan truk yang berasal dari berbagai wilayah," papar Hendra dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Merespons kegaduhan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup sudah mulai melakukan aksi pembersihan massal sejak Jumat (16/1/2026) kemarin.
Sebanyak 120 personel Pasukan Oranye beserta alat berat telah dikerahkan ke titik lokasi untuk mengeruk tumpukan sampah yang menyumbat area tanggul.
"Melakukan pembersihan sampah mulai hari Jumat, menjadwalkan kerja bakti hari Minggu," tambah Hendra.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pemerintah berencana memasang portal dan pagar di akses jalan menuju lokasi agar truk liar tidak lagi bisa membuang sampah sembarangan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Tensi Panas Iran-AS: Prabowo Gerilya Hubungi Para Pemimpin Negara Teluk
-
Skenario Evakuasi 15 WNI di Iran: Rute Jalur Darat 10 Jam ke Azerbaijan
-
BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan JKN Sudah Sesuai Prinsip Syariah
-
Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
-
Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya