- Warga Lorong 103 Timur, Koja, Jakarta Utara mengubah selokan yang kotor menjadi kolam ikan nila, mujair, dan mas koki.
- Inisiatif pembersihan dimulai sekitar tahun 2019 di bawah kepemimpinan Ketua RT Ismet dan sekretaris Arif Budiman.
- Kolam ikan kini berfungsi menjaga lingkungan serta menjadi tempat bermain dan pengawasan bagi anak-anak setempat.
Dari lomba itulah ide mempercantik selokan muncul. Ia ingin sesuatu yang lebih indah. Berkat sumbangan ikan dari warga—termasuk ikan berwarna-warni dari keluarga mantan Ketua RT, Ismet—ekosistem ini pun terbentuk secara alami. Beberapa Ikan diantaranya ada yang berasal dari sumbangan warga sendiri.
"Ini ikan makanya kalau ada tulisan, itu ikannya warga. Karena warga yang memang yang nanam, ada juga dari luar 'ah saya nyumbang ikan koi, taruh ikan koi," ujar Arif.
Aku sempat bertanya bagaimana perasaan mereka saat banjir Senin lalu menghanyutkan beberapa ikan di sana. Arif hanya tersenyum tenang dan memberikan jawaban yang membuatku tersentuh.
"Bagi saya pribadi gini, ketika ikan keluar itu belum rezeki kita, rezeki orang lain, orang bisa menikmati ikan gitu," ucapnya filosofis.
Aku membayangkan betapa getirnya melihat ikan-ikan yang dipelihara bertahun-tahun harus hanyut begitu saja terbawa arus banjir.
Meski hari ini airnya tampak sedikit keruh akibat hujan terus-menerus dan banjir setinggi sekitar 50 cm yang baru saja melanda, kehidupan di bawah permukaan air itu tetap berdenyut.
Kini, selokan itu bukan lagi sekadar saluran pembuangan. Ia menjadi "polisi" yang mengubah kebiasaan warga. Orang-orang jadi segan membuang sampah sembarangan karena ada nyawa yang harus dijaga di sana.
Di sisi lain, keriuhan di Lorong 103 Timur tak lengkap tanpa kehadiran anak-anak SD yang menjadikan area selokan ini sebagai taman bermain mereka.
Sambil berpegangan pada pagar besi yang melindungi kolam, mereka tampak asyik mengamati pergerakan ikan.
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Sampah di Pesisir Muara Baru
"Tahu, Kak! Itu ada CCTV-nya dipasang di situ," seru salah satu anak laki-laki berseragam sekolah merah putih saat ditanya soal pengamanan kolam tersebut.
Mereka sadar betul bahwa "harta karun" di selokan ini dijaga ketat agar tidak ada yang mencuri atau mengganggu ikan-ikan tersebut.
Bagi mereka, kolam ini bukan sekadar inovasi lingkungan, tapi juga arena petualangan. Dengan wajah polos dan penuh semangat, mereka bercerita tentang aksi "akrobatik" yang sering mereka lakukan di sekitar lokasi.
"Kadang suka loncat kayak bebek! Loncat dari situ, syuuut... gitu! Baru ke situ. Naik pagar, naik pagar," celoteh mereka sambil memperagakan gerakan melompat dengan tangan terbuka, lalu menunjuk pagar berjaring yang membatasi antara selokan air Lorong 103 Timur dengan bangunan bekas Ramayana itu.
Celoteh riang anak itu menggambarkan betapa serunya menghabiskan waktu di pinggir selokan yang kini menjadi kolam ikan.
Saat matahari mulai condong ke barat, aku meninggalkan Lorong 103 Timur. Membawa pulang sebuah pelajaran berharga. Bahwa keindahan bisa tumbuh di mana saja. Bahkan di dalam selokan yang paling gelap sekalipun, selama ada tangan-tangan tulus yang bersedia menjaganya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah
-
137 Ton Sampah Diangkut dari Tanggul Muara Baru, DLH DKI Targetkan 5 Hari Selesai
-
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas