News / Nasional
Rabu, 21 Januari 2026 | 15:51 WIB
SKkL Rising 8. [Triasmitra]
Baca 10 detik
  • PT KETR melalui JMP dan PT MORA memulai penggelaran SKKL Rising 8 sepanjang 1.128,5 km menghubungkan Jakarta–Batam–Singapura.
  • Penggelaran menggunakan kapal CLV Bentang Bahari berbendera Indonesia, menandai kemandirian infrastruktur kabel laut nasional.
  • SKKL ini memiliki kapasitas ultra tinggi 400 Tbps, mendukung agenda strategis penguatan konektivitas digital Indonesia.

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi, menegaskan arti penting proyek ini bagi industri telekomunikasi nasional.

SKkL Rising 8. [Triasmitra]

“Penggelaran SKKL Rising 8 dengan CLV Bentang Bahari menandai era baru kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur kabel laut,” ujar Titus dalam jumpa pers daring, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, dengan kapasitas 25 Tbps per fiber pair serta kendali penuh atas operasional jaringan, Triasmitra optimistis proyek ini akan meningkatkan kualitas konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain regional berstandar global.

“Kami berkomitmen menyelesaikan penggelaran segmen pertama ini tepat waktu pada akhir kuartal pertama 2026,” tambahnya.

Lebih jauh, SKKL Rising 8 dirancang untuk menjawab lonjakan kebutuhan bandwidth dan keandalan konektivitas lintas negara. 

Sistem ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif domestik dan internasional bagi penyelenggara Network Access Point (NAP), sehingga menghadirkan redundansi penting guna menjaga stabilitas infrastruktur digital nasional.

Penggelaran segmen pertama Jakarta–Batam ditargetkan rampung pada akhir kuartal I 2026. 

Setelah itu, Triasmitra akan melanjutkan pengembangan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer, yang ditargetkan mulai dikomersialisasikan pada 2027.

Baca Juga: Meta Bangun Kabel Bawah Laut lewati Indonesia, Bawa Kecepatan Internet 570 Tbps

Load More