- Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi resmi dibuka kembali pada Minggu (25/1/2026) bertepatan HUT PDI Perjuangan ke-53.
- Klinik ini merupakan reaktivasi dari RSPR yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena kendala perizinan tahun 2015.
- Layanan kesehatan ini menawarkan biaya terjangkau; DPC menanggung biaya pasien tidak mampu, menegaskan kemanusiaan di atas politik.
Suara.com - Bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53, Minggu (25/1/2026), Klinik Waluya Sejati Abadi di Jalan Tipar Gede, Kota Sukabumi, Jawa Barat resmi dibuka kembali untuk melayani masyarakat kecil.
Ratusan kader yang merupakan perwakilan dari DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi tampak memadati lokasi sejak pagi.
Suasana meriah namun khidmat begitu terasa saat prosesi dimulai dengan penyambutan budaya Sunda dengan penampilan tarian Jaipongan yang dinamis.
Kebersamaan para kader semakin memuncak saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, diikuti dengan Mars dan Hymne partai yang dinyanyikan serempak oleh ratusan peserta yang hadir.
Peristiwa hari ini bukan sekadar peresmian biasa, melainkan sebuah reaktivasi dari sejarah panjang pengabdian kesehatan di Sukabumi.
Gedung itu dahulu dikenal sebagai Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR) yang diresmikan oleh Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada tahun 2011.
Namun, pada tahun 2015, fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan harapan rakyat kurang mampu ini dipaksa berhenti beroperasi karena kendala perizinan yang alot dengan pemerintah daerah saat itu.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan sekaligus inisiator klinik, dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, AAK, mengenang masa-masa sulit tersebut dengan emosional.
Ia menceritakan bagaimana dirinya sempat menangis di hadapan Megawati karena niat tulus melayani rakyat tanpa pungutan biaya justru dihambat oleh birokrasi.
Baca Juga: PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
"Saya menangis kepada Mbak Mega, saya bilang, 'Mbak kok lucu ya, mau berbuat baik sama rakyat saja kok susah. Kan tidak diminta uang.' Terus Ibu Ketua Umum cuma sederhana menjawab: 'Neng, kamu lihat cucumu belajar berjalan. Pasti langkah pertama itu dia akan terjatuh dan terluka. Tapi kalau cucumu tidak ada keberanian melangkah pertama, tidak akan ada seribu langkah berikutnya. Karena langkah pertama itu menentukan arah dan tujuan,'" ujar dr. Ribka menirukan pesan Megawati.
Setelah melewati apa yang disebutnya sebagai "kesabaran revolusioner", dr. Ribka kini bisa tersenyum melihat klinik tersebut kembali melayani rakyat dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp25.000 untuk berobat jalan dan Rp50.000 untuk persalinan hingga pulang.
"Kalau dia tidak punya uang, yang bayar DPC PDI Perjuangan. Di sini semua dilayani dengan senyum tanpa diskriminasi," tegasnya.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam pidatonya menegaskan bahwa kehadiran klinik ini adalah bukti nyata dari tema HUT partai tahun ini, Satyam Eva Jayate atau Kebenaran Pasti Menang. Hasto menekankan bahwa bagi partai berlambang banteng moncong putih, kemanusiaan selalu berada di atas kalkulasi politik elektoral.
"Gerak kemanusiaan itu muncul dari hati nurani yang paling bening. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat, maka mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik," kata Hasto.
Ia juga menambahkan bahwa klinik ini harus menjadi tempat di mana rakyat merasa dimanusiakan.
Berita Terkait
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi
-
Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI
-
Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar