- Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi resmi dibuka kembali pada Minggu (25/1/2026) bertepatan HUT PDI Perjuangan ke-53.
- Klinik ini merupakan reaktivasi dari RSPR yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena kendala perizinan tahun 2015.
- Layanan kesehatan ini menawarkan biaya terjangkau; DPC menanggung biaya pasien tidak mampu, menegaskan kemanusiaan di atas politik.
"Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari tangan kiri partai kita untuk bersikap progresif dalam menyelamatkan rakyat. Sedangkan tangan kanan kita adalah manajemen pelayanan dengan tulus tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu," tambahnya.
Acara peresmian ini turut disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting yang hadir memberikan dukungan penuh. Tampak di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, ST, yang didampingi oleh Sekretaris DPC Kota Sukabumi sekaligus pimpinan DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari, SE, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Iwan Adhar Ridwan.
Hadir pula Ketua DPC Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman bersama para anggota Fraksi PDI Perjuangan dari wilayah Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Hadir juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Wanto Sugito.
Sementara itu, dari pihak eksekutif, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, S.E., M.M., memberikan komitmen besar dengan mengumumkan penghapusan seluruh retribusi kesehatan di Puskesmas dan Klinik per 1 Januari 2026.
"Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan," ujar Ayep Zaki.
Di sisi medis, operasional klinik ini dipercayakan kepada dr. Runtun yang menjabat sebagai direktur. Peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas ruang rawat inap yang menyediakan 20 tempat tidur, menjadi simbol bahwa api kemanusiaan di Sukabumi kini telah menyala kembali untuk melayani rakyat selama-lamanya.
Berita Terkait
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi
-
Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini