News / Metropolitan
Senin, 26 Januari 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi trotoar jalan (Unsplash.com/ pixel6propix)
Baca 10 detik
  • Kerusakan trotoar sepanjang 200 meter di Jalan Raya Cilincing Utara terjadi akibat pembongkaran konblok.
  • Dugaan pelaku membongkar paving blok untuk mencuri kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tertanam.
  • Dampak kejadian ini menyebabkan lampu PJU di ruas jalan utama tersebut padam total pada malam hari.

Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial yang menunjukkan kerusakan pada fasilitas publik di kawasan Jakarta Utara baru-baru ini gara-gara ulah maling nekat mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Rekaman video di lokasi kejadian memperlihatkan pemandangan konblok yang berserakan tidak beraturan di sisi jalan raya yang biasanya padat oleh kendaraan besar.

Peristiwa memprihatinkan itu menimpa trotoar di sepanjang Jalan Raya Cilincing, yang kini kondisinya carut-marut akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Sejumlah pelaku kriminal diduga nekat membongkar konblok trotoar hanya demi mengincar kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tertanam di bawahnya.

"Aksi pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali terjadi dengan membongkar konblok di Jalan Raya Cilincing," bunyi narasi dalam unggahan akun Instagram @jakut.info yang viral.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, panjang trotoar yang dibongkar secara paksa oleh terduga pelaku mencapai kurang lebih 200 meter.

Pihak penyedia informasi menyebutkan bahwa pelaku sengaja menargetkan kabel yang berada di bawah susunan paving block tersebut.

"Terduga pelaku membongkar konblok sepanjang kurang lebih 200 meter untuk mengambil kabel yang tertanam di bawahnya. Kabel-kabel tersebut kemudian dicuri, sehingga aliran listrik ke lampu PJU terputus," lanjut narasi dalam unggahan tersebut.

Akibat dugaan pencurian yang sangat terorganisir, fasilitas lampu jalan di sepanjang ruas jalan utama itu dilaporkan padam total saat malam hari tiba.

Baca Juga: Maling Motor Bersenjata Mainan di Taman Sari Bonyok Parah, Ternyata RK Residivis Kakap

Hilangnya kabel yang tertanam di dalam tanah tersebut secara otomatis memutus aliran listrik yang menyokong pencahayaan bagi para pengguna jalan.

"Akibat peristiwa ini, sejumlah lampu PJU di sepanjang ruas jalan tersebut dilaporkan padam total dan mengganggu penerangan pada malam hari," papar narasi dalam unggahan tersebut.

Ketiadaan cahaya di malam hari dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun tindakan kriminalitas lainnya di wilayah Cilincing.

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Load More