- Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa enam saksi terkait kematian selebgram Lula Lahfah di apartemen Kebayoran Baru.
- Polisi memperoleh kronologi dan barang bukti dari lokasi kejadian yang telah dikirim ke laboratorium forensik.
- Penyebab kematian masih menunggu keterangan rumah sakit; pacar korban, Reza Arap, juga akan diperiksa kepolisian.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan, telah memeriksa enam orang saksi terkait kematian selebgram Lula Lahfah (26) di kamar apartemennya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengatakan keenam saksi yang diperiksa oleh pihaknya yakni yang berada di lokasi kejadian saat itu.
“Sampai saat ini kita sudah memeriksa atau mengklarifikasi enam saksi yang sudah ada di TKP juga pada saat itu. Selain itu dengan pihak rumah sakit, karena berdasarkan informasi salah satu saksi, saudari LL mengalami gangguan kesehatan,” kata Iskandar di kantornya, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan keterangan dari para saksi yang telah diperiksa, petugas mendapatkan kronologi dan barang bukti dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, bukti-bukti tersebut telah dikirimkan ke pihak laboratorium forensik.
Sejauh ini, pihak kepolisian belum bisa membuat kesimpulan soal penyebab kematian Luna, pasalnya masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit.
“Kita juga butuh waktu dari rekan-rekan, agar kita dapat bekerja profesional, sehingga kita bisa memberikan fakta yang ada, sebagaimana yang apa yang terjadi pada saat itu,” jelasnya.
Saat peristiwa ini terjadi, lanjut Iskandar, pacar Luna, Reza Arap juga sedang berada di lokasi. Sehingga, pihaknya juga bakal memeriksanya.
“Sampai saat ini dugaan untuk pacarnya ada dari keterangan bahwa ada di TKP. Oleh karena itu, jadi kita tetap melakukan klarifikasi dan saudara RA ini, pacarnya, kooperatif dan akan hadir pada pemeriksaan atau klarifikasi di Polres Metro Jakarta Selatan,” tandasnya.
Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah, Hasil Uji Labfor CCTV Jadi Kunci Utama
Berita Terkait
-
Ini Alasan Lula Lahfah Hapus Tato sebelum Meninggal Dunia
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
-
Disangkutpautkan dengan Pemilik Whip Pink, DJ Bravy Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah, Hasil Uji Labfor CCTV Jadi Kunci Utama
-
Disindir Netizen tentang Masa Lalu di Tengah Duka, Reza Arap Bertekad Jaga Nama Baik Lula Lahfah
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan