- Guru Besar Rusia, Connie Rahakundini, menyarankan Indonesia sangat hati-hati bergabung Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.
- Keikutsertaan ini melibatkan iuran besar sekitar Rp16,9 triliun yang wajib disetujui DPR melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
- Upaya mendukung Palestina harus melalui jalur multilateral sah agar Indonesia tidak kehilangan posisi moral dan strategis Gerakan Non-Blok.
Suara.com - Guru Besar bidang Hubungan Internasional Saint Petersburg State University (Rusia), Connie Rahakundini, mewanti-wanti pemerintah Indonesia agar hati-hati, menyusul langkah memilih bergabung di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Kehati-hatian dibutuhkan dalam mengambil langkah keikutsertaan di Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Connie mengingatkan tentang sikap Indonesia sebagai negara dengan Gerakan Non-Blok atau Non-Aligned Movement (NAM).
"Indonesia sebagai pencetus Non-Aligned Movement harus sangat berhati-hati bergabung dalam inisiatif perdamaian yang digagas sepihak oleh satu kekuatan besar," kata Connie kepada Suara.com, Senin (26/1/2026).
Connie menyoroti kewajiban membayar iuran mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,9 triliun.
Ia menekankan agar pengeluaran biaya tersebut disepakati bersama, tidak diputuskan sendiri oleh presiden.
"Apalagi, keikutsertaan itu mengandung iuran belasan triliun rupiah yang merupakan keputusan negara, bukan keputusan presiden semata sehingga wajib melalui persetujuan DPR dan mekanisme APBN," kata Connie.
Ia mempertanyakan lebih lanjut pun Indonesia nantinya akan melunasi kewajiban iuran untuk Dewan Perdamaian.
"Yang krusial untukku, uang siapa yang digunakan, dari pos anggaran mana, dan atas persetujuan lembaga negara yang mana?" kata Connie.
"Presiden tidak dapat membebankan komitmen fiskal sebesar itu tanpa mandat konstitusional, karena APBN adalah uang rakyat dan setiap rupiahnya harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan politik," tegas Connie mengingatkan.
Baca Juga: Bebas Aktif atau Bebas Selektif? Menyoal Kursi Indonesia di Forum Trump
Sementara itu mengenai alasan utama Indonesia bergabung Dewan Perdamaian sebagai upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara, Connie kembali memberikan masukan.
Perdamaian Palestina harus ditempuh melalui jalur multilateral yang legitimate agar Indonesia tidak kehilangan posisi moral, sejarah NAM dan posisi strategis yang mengikutinya," kata Connie.
Connie mengapresiasi langkah Indonesia menyuarakan perdamaian dan kemerdekaan Palestina melalui Dewan Perdamaian.
Tetapi ia mengingatkan upaya-upaya tersebut harus dilakukan melalui forum dan mekanisme tepat dan penuh perhitungan yang matang.
"Terkait Palestina, niat kita mendorong perdamaian patut diapresiasi, namun forum dan mekanismenya harus tepat dan well calculated," kata Connie.
Berita Terkait
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Iran Siapkan Markas Perang di Amerika! Kino Sports Complex Jadi Base Camp Piala Dunia 2026
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Truk Kontainer Anjlok di Cilincing, Operasional Transjakarta Koridor 10 Terhambat
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei
-
Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus