- Kekosongan posisi Wamenkeu karena Thomas Djiwandono pindah menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia memicu wacana reshuffle kabinet.
- Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai reshuffle logis dilakukan untuk mengisi jabatan strategis yang lowong tersebut.
- Presiden Prabowo akan menunjuk pengganti dengan kriteria ketat berdasarkan data, sementara waktu keputusan final hak prerogatif presiden.
Suara.com - Dinamika internal Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menghangat. Kabar mengenai perombakan kabinet atau reshuffle kini mencuat ke permukaan menyusul adanya kekosongan jabatan strategis di sektor ekonomi.
Posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dipastikan lowong setelah Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kekosongan ini memicu spekulasi akan adanya reshuffle kabinet. Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, bahwa pergeseran posisi di jajaran pembantu presiden adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari secara administratif maupun politis.
Sinyal Reshuffle dari Istana
Muhammad Qodari menilai bahwa wacana reshuffle kabinet dalam waktu dekat merupakan langkah yang masuk akal. Menurutnya, perpindahan Thomas Djiwandono ke bank sentral secara otomatis meninggalkan lubang yang harus segera ditambal agar kinerja Kementerian Keuangan tetap optimal di tengah tantangan ekonomi global.
"Iya, mungkin (reshuffle) karena Pak Tomi (Thomas) kan ke mana? Ke Deputi kan. Ada yang lowong kan? Ya itu. Kayaknya sih logis saja itu. Kalau itu kan logis aja. Berarti kan harus ada yang diisi," ujar Qodari saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Kriteria Ketat Presiden Prabowo dalam Memilih Pembantu
Meski pintu reshuffle terbuka lebar, Qodari menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan gegabah dalam menunjuk figur baru.
Mantan Menteri Pertahanan tersebut dikenal memiliki standar tinggi dan berbasis data dalam mengevaluasi kinerja para menteri maupun wakil menteri.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo
Menurut Qodari, setiap pergerakan di kabinet didasarkan pada pemantauan rutin terhadap capaian target masing-masing kementerian.
Presiden secara berkala menggelar rapat terbatas untuk memastikan bahwa dinamika pemerintahan berjalan sesuai visi besar yang telah dicanangkan.
"Karena Presiden itu pegang data terus lihat perkembangan-perkembangan," ucap dia sebagaimana dilansir Antara.
Hal ini menunjukkan bahwa siapa pun yang nantinya ditunjuk menggantikan Thomas Djiwandono, harus memiliki kompetensi yang setara atau bahkan lebih dalam mengelola keuangan negara.
Proses evaluasi ini dilakukan secara tertutup dan sangat rahasia, mengingat sensitivitas isu ekonomi di mata pasar.
Teka-teki Hak Prerogatif Presiden
Berita Terkait
-
Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo
-
Isu Reshuffle Kabinet Jilid 5 Memanas, 7 Menteri Ini Bakal Diganti?
-
Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Kocok Ulang Kabinet Mencuat, Bahlil Lahadalia Siap Digeser?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas