- Menlu Sugiono menyatakan rencana reshuffle kabinet adalah sepenuhnya wewenang Presiden RI Prabowo Subianto.
- Isu reshuffle menguat pasca kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan karena adanya pergeseran jabatan sebelumnya.
- Sugiono di Kompleks Parlemen pada Selasa (27/1/2026) mengaku belum menerima informasi resmi mengenai isu tersebut.
Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menanggapi kabar yang beredar mengenai rencana Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat.
Isu tersebut mencuat, terutama setelah adanya pergeseran jabatan yang menyebabkan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menjadi kosong.
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian rencana reshuffle tersebut, Sugiono menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya merupakan wewenang Presiden.
"Ya nggak tahu. Itu pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan haknya Presiden mere-reshuffle," ujar Sugiono saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Meski spekulasi mengenai pergantian menteri dan wakil menteri terus menguat di ruang publik, Sugiono mengaku bahwa di tingkat kementerian sendiri belum ada pembicaraan atau informasi resmi terkait hal tersebut.
Ia bahkan mengaku baru mendengar kabar tersebut dari awak media.
"Saya belum pernah mendengar. Saya baru dengar sekarang," imbuhnya.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa reshuffle kemungkinan akan dilakukan pada awal Februari mendatang. Menanggapi rincian waktu tersebut, Sugiono kembali menyatakan ketidaktahuannya.
"Hah? Nggak tahu lah. Saya belum dengar," pungkasnya.
Baca Juga: Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
Berita Terkait
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Keponakan Prabowo Siap Masuk Kabinet? Ini 3 Pos Menteri yang Paling Mungkin Diisi Budisatrio
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
-
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus
-
Ahok Bongkar Rahasia Pertamina: Nego Minyak di Lapangan Golf, Lebih Murah dari Klub Malam
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan