- Kerusakan lingkungan akibat hilangnya tutupan hutan menjadi faktor utama meningkatnya intensitas bencana alam di Indonesia.
- Auriga Nusantara menemukan deforestasi legal melalui pemberian izin pemerintah kepada korporasi untuk pembukaan lahan perkebunan.
- Perubahan fungsi hutan alami menjadi perkebunan menurunkan kemampuan tanah menahan air, memicu banjir dan tanah longsor daerah.
Lebih lanjut, Roni mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai kerap menurunkan status kawasan hutan demi kepentingan ekonomi.
Ia mencontohkan bagaimana kawasan hutan lindung perlahan menyusut setelah statusnya diubah menjadi hutan produksi, lalu kembali diturunkan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) yang dapat dimanfaatkan untuk perkebunan.
“Hutan lindung ini kan selalu berkurang, karena itu tadi setelah pohonnya ditebang ya sudah ini masih bisa digunakan untuk hutan produksi. Nah, turunlah satu jadi hutan produksi terbatas, hutan produksi konversi, dan lain-lain. Kalau sudah tidak ada ya sudah, ini bisa nanti untuk perkebunan,” tegas Roni.
Dorongan untuk Seimbangkan Investasi dan Lingkungan
Roni berharap pemerintah mulai menyeimbangkan ambisi investasi dengan perlindungan lingkungan yang lebih ketat. Tanpa perubahan kebijakan, masyarakat akan terus menjadi korban dari bencana ekologis yang berulang.
Menurutnya, bencana yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar peristiwa alam, melainkan konsekuensi dari keputusan tata kelola lingkungan yang abai terhadap daya dukung ekosistem.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
Terkini
-
Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional
-
Dari Bansos Hingga Keuangan Digital, Mendagri Ungkap Peran Kunci Data Dukcapil
-
KPK Periksa Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Terkait Dugaan Suap Ijon Proyek
-
Bahas Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Jambret Istri, Komisi III DPR Sampai Istighfar Dua Kali
-
KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu
-
KPK Geledah Kantor Dinas Perkim, Buntut Dugaan Korupsi yang Seret Wali Kota Madiun Non Aktif Maidi
-
Tolak Polri di Bawah Kementerian, Boni Hargens: Sikap Kapolri Jaga Arsitektur Demokrasi
-
4 Fakta Aturan Batik Korpri Terbaru 2026: Jadwal dan Siapa yang Wajib Pakai
-
Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara
-
Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo