- Kerusakan lingkungan akibat hilangnya tutupan hutan menjadi faktor utama meningkatnya intensitas bencana alam di Indonesia.
- Auriga Nusantara menemukan deforestasi legal melalui pemberian izin pemerintah kepada korporasi untuk pembukaan lahan perkebunan.
- Perubahan fungsi hutan alami menjadi perkebunan menurunkan kemampuan tanah menahan air, memicu banjir dan tanah longsor daerah.
Lebih lanjut, Roni mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai kerap menurunkan status kawasan hutan demi kepentingan ekonomi.
Ia mencontohkan bagaimana kawasan hutan lindung perlahan menyusut setelah statusnya diubah menjadi hutan produksi, lalu kembali diturunkan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) yang dapat dimanfaatkan untuk perkebunan.
“Hutan lindung ini kan selalu berkurang, karena itu tadi setelah pohonnya ditebang ya sudah ini masih bisa digunakan untuk hutan produksi. Nah, turunlah satu jadi hutan produksi terbatas, hutan produksi konversi, dan lain-lain. Kalau sudah tidak ada ya sudah, ini bisa nanti untuk perkebunan,” tegas Roni.
Dorongan untuk Seimbangkan Investasi dan Lingkungan
Roni berharap pemerintah mulai menyeimbangkan ambisi investasi dengan perlindungan lingkungan yang lebih ketat. Tanpa perubahan kebijakan, masyarakat akan terus menjadi korban dari bencana ekologis yang berulang.
Menurutnya, bencana yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar peristiwa alam, melainkan konsekuensi dari keputusan tata kelola lingkungan yang abai terhadap daya dukung ekosistem.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123