- Isu reshuffle Kabinet Merah Putih mencuat dengan tujuh nama menteri disebut akan dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Rumor kuat menyebut Budi Satrio Djiwandono menggantikan Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri, meski dinilai kurang kompeten.
- Pengamat menyebut reshuffle harus berdasarkan kompetensi, namun Sugiono dianggap kecil kemungkinannya dicopot karena kedekatan ideologis.
Suara.com - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat dengan beredarnya tujuh nama menteri yang disebut-sebut bakal dievaluasi Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu rumor yang berkembang adalah pergantian Menteri Luar Negeri Sugiono dengan Budisatrio Djiwandono, ketua Karang Taruna Nasional.
Rumor Budi Satrio Djiwandono akan menggantikan Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri itu jadi perbincangan publik.
Pasalnya, keponakan Prabowo itu dinilai tidak memiliki kompetensi yang relevan di bidang diplomasi internasional, dilihat dari latar belakang pendidikan dan pengalamannya.
“Budi Satrio tampaknya tak memiliki kompetensi di bidang diplomasi internasional. Ia lebih banyak berkecimpung di bidang pertahanan, kelautan, pertanian, dan lingkungan,” kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, kepada Suara.com, Rabu (28/1/2026).
Karena itu, Jamiluddin menilai akan menjadi hal yang janggal jika Budi Satrio dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Menteri Luar Negeri.
“Akan aneh bila nantinya Budi Satrio menduduki pos Menlu,” ucapnya.
Jamiluddin menambahkan, reshuffle seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi dan integritas menteri agar percepatan kerja kabinet dapat terwujud sesuai rencana Presiden.
Kendati jabatan Sugiono sebagai Menlu dicopot, menurut Jamiluddin, Sekjen Partai Gerindra itu tidak akan dilepas dari jajaran kabinet.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Jilid 5 Memanas, 7 Menteri Ini Bakal Diganti?
“Menlu Sugiono tampaknya kecil kemungkinan di-reshuffle. Sebab, Sugiono merupakan anak ideologis Presiden Prabowo Subianto,” kata dia.
Sementara itu, dari tujuh nama menteri yang beredar akan dicopot sebagian besar memang memiliki kinerja yang dinilai rendah.
Mereka di antaranya Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala KSP Muhammad Qodari, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Berita Terkait
-
Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
-
Isu Reshuffle Memanas, Istana Pastikan Sore Ini Fokus pada Pelantikan Dewan Energi Nasional
-
KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu
-
Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil
-
Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer
-
Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat
-
Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan
-
Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah
-
Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus
-
Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030