News / Metropolitan
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:32 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Suara.com/Adiyoga Priyambodo)
Baca 10 detik
  • Ketua DPRD DKI Jakarta mendesak langkah luar biasa akibat volume air banjir melebihi kapasitas infrastruktur saat ini.
  • Khoirudin mengusulkan penambahan ketinggian tanggul laut satu meter dan penebalan menjadi lima hingga sepuluh meter.
  • Pengerukan berkelanjutan terhadap 13 sungai besar hingga kedalaman lima meter perlu segera dilakukan.

Suara.com - Persoalan banjir yang masih kerap melanda Jakarta memicu respons tegas dari pimpinan parlemen di Kebon Sirih.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendesak adanya langkah-langkah luar biasa untuk meminimalkan dampak luapan air. Ia terlebih dahulu mengapresiasi kinerja jajaran eksekutif dan dinas terkait yang selama ini bersiaga di lapangan.

Namun demikian, ia menyoroti fakta bahwa volume air kerap melampaui kapasitas infrastruktur pengendali banjir yang ada saat ini.

"Fakta di lapangannya, air yang datang dan air yang turun jauh lebih banyak ketimbang persiapan yang mereka lakukan," ungkap Khoirudin di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Oleh karena itu, politisi PKS tersebut mengusulkan agar infrastruktur tanggul laut di pesisir Jakarta diperkuat secara signifikan. Ia meminta ketinggian tanggul ditambah satu meter dari posisi saat ini guna mencegah air laut melimpas ke daratan.

Ketebalan tanggul pun diusulkan mencapai lima hingga sepuluh meter agar dapat sekaligus difungsikan sebagai jalan umum.

"Tanggul laut yang sering jebol itu, saya minta ditinggikan 1 meter lagi, tebalnya 5 meter atau 10 meter untuk jadi jalanan umum. Sehingga tidak jebol lagi," tegas Khoirudin.

Selain penguatan tanggul, Khoirudin juga meminta agar pengerukan terhadap 13 sungai besar di Jakarta dilakukan secara berkelanjutan tanpa jeda.

"Itu kan membawa endapan lumpur setiap aliran mengalir. Nah, ini harus dikeruk setiap saat. Harus dikeruk 13 sungai ini agar kedalaman sungai itu 5 meter. Dan sungai penghubung, saluran penghubung yang jumlahnya ada 500 saluran di seluruh Jakarta, ini minimal salurannya 2 meter," papar Khoirudin.

Baca Juga: Dihujat Pulang ke Liga Indonesia, Shayne Pattynama: Jangan Rendahkan Sepak Bola Sendiri

Ia menekankan bahwa pemeliharaan sungai dan saluran penghubung tidak boleh hanya menunggu datangnya musim hujan.

"Sehingga nantinya air yang datang dari atas turun, air yang dikirim dari luar Jakarta, atau air yang dari laut yang limpah, ini semua bisa kami minimalisir dampaknya ke masyarakat," tutupnya.

Load More