- FSPMI DKI Jakarta menggelar aksi Rabu (28/1/2026) menolak UMP 2026 karena dinilai tidak sesuai Kebutuhan Hidup Layak.
- Para buruh mengkritisi Keputusan Gubernur Nomor 33 Tahun 2026 yang menetapkan UMP jauh di bawah KHL Rp5,9 juta.
- Gubernur Pramono Anung menegaskan UMP telah final berdasarkan kesepakatan sah Dewan Pengupahan DKI Jakarta.
Suara.com - Puluhan massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta memadati area depan Balai Kota Jakarta untuk menyuarakan penolakan terhadap besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026) siang tersebut dipicu oleh ketidakpuasan para pekerja terhadap kebijakan pengupahan terbaru yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
Massa aksi secara lantang mengkritisi Keputusan Gubernur Nomor 33 Tahun 2026 yang dianggap mencederai kesejahteraan kaum pekerja di ibu kota.
Mereka menyoroti adanya ketimpangan mencolok antara nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang mencapai Rp5,9 juta dengan ketetapan UMP yang hanya berada di angka Rp5,7 juta.
Kenaikan upah yang dipatok hanya berkisar pada angka Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari tahun sebelumnya, diyakini mustahil dapat menyokong kebutuhan hidup sehari-hari para pekerja.
Kekhawatiran buruh kian memuncak menyusul adanya lonjakan tarif listrik serta meroketnya harga berbagai kebutuhan pokok di pasar.
Menanggapi gelombang protes di depan kantornya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menegaskan bahwa proses penetapan nilai upah tersebut sejatinya telah rampung melalui mekanisme yang sah.
Pramono menjelaskan bahwa angka yang tertuang dalam beleid merupakan buah kesepakatan kolektif dari berbagai unsur di Dewan Pengupahan.
"Jadi Pemerintah DKI Jakarta telah selesai dengan hal yang berkaitan dengan upah buruh, UMP. Karena itu kesepakatan antara serikat buruh, pengusaha, Pemerintah DKI Jakarta dalam Dewan Pengupahan," ujarnya di Balairung Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota
Mantan Sekretaris Kabinet itu juga menekankan bahwa urusan mengenai pengupahan sektoral bagi para pekerja di Jakarta sudah menemui titik final.
Namun, politisi PDIP tersebut tetap menanggapi aksi penyampaian pendapat oleh para buruh dengan nada santai dan terbuka.
"Jadi, untuk DKI Jakarta sebenarnya sudah selesai. Kalau ada demo, mampir di Balai Kota juga nggak apa-apa," celoteh Pramono.
Kelompok buruh sendiri masih terus menyuarakan aspirasinya agar pemerintah bersedia meninjau ulang regulasi pengupahan demi mewujudkan keadilan sosial.
Selain di depan Balai Kota Jakarta, aksi penyampaian pendapat dari kelompok buruh juga dilangsungkan di depan area Patung Kuda yang tak jauh dari komplek Istana Negara.
Berita Terkait
-
Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Aksi Buruh di Monas
-
Ribuan Buruh Mau Geruduk Istana Hari Ini, Bawa Tiga Tuntutan Mendesak
-
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 1 Februari 2026
-
Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Relokasi dan Pembebasan Lahan Segera Berjalan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang