- BPBD DKI Jakarta melaporkan banjir merendam 20 RT di Jakarta Timur dan Barat pada Kamis pagi, dengan ketinggian air maksimum 1,5 meter.
- Banjir terjadi akibat hujan intensitas tinggi sejak Rabu, menyebabkan status waspada (Siaga 3) di Bendung Katulampa dan pos pantau lainnya.
- Tim gabungan segera dikerahkan untuk menyedot genangan, memastikan drainase berfungsi, dan memulihkan kondisi pascabanjir di wilayah terdampak.
Suara.com - Ibu kota kembali bergelut dengan banjir pada Kamis pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data terbaru yang menunjukkan puluhan rukun tetangga (RT) di dua wilayah kota administratif terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, bahkan mencapai satu setengah meter di titik terparah.
Laporan resmi dari BPBD DKI menyebutkan, genangan signifikan terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat, melumpuhkan sebagian aktivitas warga yang hendak memulai hari. Total, sebanyak 20 RT dilaporkan terdampak langsung oleh banjir yang terjadi sejak dini hari.
"Jakarta Timur terdapat 14 RT dan Jakarta Barat di enam RT," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ketinggian air yang merendam permukiman warga pun cukup mengkhawatirkan. Menurut data yang dihimpun, ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga puncaknya mencapai 1,5 meter. Tak hanya permukiman, banjir juga menggenangi lima ruas jalan utama yang krusial bagi mobilitas warga, dengan ketinggian air antara 15 hingga 40 sentimeter.
Penyebab Banjir dan Status Siaga 3
Menurut analisis BPBD DKI, banjir kali ini merupakan imbas langsung dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya secara merata sejak Rabu (28/1). Curah hujan yang ekstrem ini menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah pintu air dan pos pantau secara signifikan.
"Hujan tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan Bendung Katulampa menjadi Waspada atau Siaga 3, Pos Sunter Hulu Pos Pesanggrahan, dan Pos Angke Hulu semua berstatus Waspada/Siaga 3," ujar Yohan.
Status Siaga 3 atau Waspada ini menjadi sinyal peringatan dini bagi warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air yang lebih besar. Kenaikan status di beberapa pos pantau tersebut secara langsung berkontribusi pada genangan yang terjadi di wilayah hilir, termasuk Jakarta.
Respons Cepat Tim Gabungan di Lapangan
Baca Juga: Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek
Menghadapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta tidak tinggal diam. Sejumlah langkah cepat dan terkoordinasi langsung diimplementasikan untuk menangani dampak banjir dan mempercepat proses surutnya air.
"Merespons kondisi tersebut, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan," jelas BPBD dalam rilisnya sebagaimana dilansir Antara.
Tim gabungan di lapangan juga memastikan seluruh tali-tali air dan drainase berfungsi dengan baik untuk memperlancar aliran air. Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang mungkin terdampak atau memerlukan evakuasi. Pemerintah Provinsi DKI menargetkan genangan dan banjir dapat surut dalam waktu secepat mungkin.
Daftar Lengkap Wilayah Terdampak Banjir
Berikut adalah rincian data wilayah RT dan ruas jalan yang tergenang banjir berdasarkan laporan resmi BPBD DKI Jakarta:
Jakarta Timur (14 RT)
- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT (Ketinggian air 110-150 cm)
- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT (Ketinggian air 110-150 cm)
- Kelurahan Cawang: 5 RT (Ketinggian air 110-150 cm)
- Kelurahan Cililitan: 1 RT (Ketinggian air 110-150 cm)
Jakarta Barat (6 RT)
Berita Terkait
-
Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek
-
Daftar 28 Rute Transjakarta yang Terdampak Banjir Hari Ini
-
Hujan Deras Sejak Kemarin, 17 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam Banjir
-
Care for Sumut Charity Run: Berlari di GBK untuk Bantu Korban Banjir Sumatera Utara
-
Dua Pekan Terendam Banjir, Hasil Panen Padi Petani Rorotan Anjlok 50 Persen
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda