- Ratusan rumah di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terendam banjir setinggi satu meter pada Kamis, 29 Januari 2026.
- Banjir disebabkan oleh kombinasi curah hujan ekstrem semalam dan insiden jebolnya tanggul di sekitar pemukiman padat penduduk.
- Aktivitas warga lumpuh total karena akses jalan terputus, meskipun sebagian besar korban memilih bertahan di rumahnya masing-masing.
Suara.com - Pemandangan memilukan kembali terjadi di Ibu Kota. Ratusan rumah di pemukiman padat penduduk di RT 16 RW 4, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, terendam banjir parah dengan ketinggian air mencapai satu meter pada Kamis (29/1/2026) pagi.
Banjir yang datang dengan cepat ini praktis melumpuhkan seluruh aktivitas warga. Air keruh berwarna cokelat menggenangi jalan-jalan sempit hingga masuk ke dalam rumah, memaksa warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Penyebab utama bencana ini disebut-sebut merupakan kombinasi maut antara curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta sejak semalam dan insiden jebolnya sebuah tanggul di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat volume air tak terkendali dan langsung meluap ke area pemukiman.
Kesaksian Ketua RT: Hujan Lebat dan Tanggul Pecah
Ketua RT 16, Irah Rahayu, mengonfirmasi bahwa air mulai naik dan merendam rumah warga sejak dini hari, mencapai puncaknya pada pagi hari. Menurutnya, warga sudah waspada karena hujan yang tak kunjung berhenti, namun jebolnya tanggul memperparah situasi secara drastis.
“Banjir karena hujan lebat yang turun tadi malam kan. Ditambah ketinggian air sungai dan di ujung kampung ada tanggul yang pecah,” kata Rahayu, saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Kombinasi dua faktor ini membuat air dengan cepat menggenangi wilayah yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga, meninggalkan sedikit waktu bagi warga untuk melakukan evakuasi barang secara menyeluruh.
Aktivitas Lumpuh, Pelajar Terpaksa Libur
Dampak dari banjir setinggi pinggang orang dewasa ini terasa di semua lini kehidupan warga.
Baca Juga: Pramono Anung Putuskan Bangun Waduk Demi Tekan Luapan Kali Angke
Irah Rahayu menjelaskan, sebagian besar warganya tidak dapat menjalankan rutinitas harian seperti bekerja atau berdagang. Pemandangan paling menyedihkan adalah para pelajar yang terpaksa tidak bisa berangkat ke sekolah.
Akses jalan utama yang terputus oleh genangan air membuat mobilitas warga menjadi nol. Di wilayahnya, terdapat sekitar 450 kepala keluarga yang mendiami lebih dari 350 bangunan rumah. Mayoritas dari mereka kini menjadi korban terdampak banjir.
“Hampir semuanya terendam, hanya sekitar 50 rumah yang tidak terdampak,” ucapnya.
Angka ini menunjukkan skala dampak yang signifikan di tingkat lingkungan, di mana lebih dari 85% rumah di wilayah tersebut kini terendam air.
Warga Pilih Bertahan di Tengah Kepungan Air
Meski ketinggian air cukup mengkhawatirkan, sebuah fenomena yang kerap terjadi saat banjir Jakarta kembali terlihat. Sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masing, baik di lantai dua rumah mereka atau di bagian rumah yang masih aman dari genangan.
Alasan menjaga harta benda dan harapan air akan segera surut menjadi pertimbangan utama mereka untuk tidak mengungsi.
Sementara itu, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah berada di lokasi.
Sejauh ini, petugas masih melakukan pemantauan dan melakukan upaya penanganan agar banjir di lokasi cepat surut. Sejumlah mesin pompa portabel juga mulai disiagakan untuk mempercepat proses penyedotan air kembali ke saluran atau kali terdekat.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Putuskan Bangun Waduk Demi Tekan Luapan Kali Angke
-
Nyaris Seluruh Faskes di Daerah Bencana Sumatera Berfungsi Normal
-
Huntara untuk Korban Bencana di Aceh 100 Persen Rampung
-
Banjir Jakarta Meluas: 35 RT dan 10 Ruas Jalan Tergenang, Jaktim Terparah
-
Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Kadis SDA: Bisa Tekan Risiko Banjir 40 Persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman
-
Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat
-
Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran
-
Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!