- Pembangunan 3.248 unit hunian sementara (Huntara) di Aceh telah rampung 100 persen, mempercepat pemindahan pengungsi pascabencana.
- Progres pembangunan Huntara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih berlangsung; Aceh mencatat penurunan jumlah pengungsi kini.
- Satgas juga mengawal penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) di ketiga provinsi tersebut, dengan proses verifikasi data masih berjalan.
Suara.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan pembangunan hunian sementara atau Huntara di Provinsi Aceh telah rampung 100 persen. Pemerintah menyatakan penyelesaian Huntara Aceh tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemindahan pengungsi banjir Sumatera dari lokasi penampungan.
Direktur Jenderal Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri sekaligus Pimpinan Satgas, Amran, menyampaikan Aceh telah menyelesaikan pembangunan 3.248 unit Huntara. Sementara itu, pembangunan hunian sementara di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih terus berlangsung.
“Untuk data sementara di Provinsi Aceh, Huntara sudah 100 persen, yaitu sebanyak 3.248 yang selesai,” ujar Amran dalam konferensi pers Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Kemendagri, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Rampungnya seluruh Huntara di Aceh menjadi salah satu faktor yang mendorong berkurangnya jumlah pengungsi. Berdasarkan data Posko Satgas, jumlah pengungsi di Aceh kini tercatat sebanyak 91.663 jiwa dan terus menurun dari waktu ke waktu.
Sementara itu, progres pembangunan Huntara di wilayah lain masih berjalan. Di Provinsi Sumatera Utara, Huntara yang direncanakan sebanyak 962 unit, dengan realisasi pembangunan mencapai 557 unit.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dari total rencana 618 unit Huntara, sebanyak 476 unit telah selesai dibangun. Satgas menargetkan sisa pembangunan di dua provinsi tersebut dapat segera dirampungkan seiring dengan pemulihan infrastruktur dasar.
Selain pembangunan Huntara, Satgas juga mengawal penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak di tiga provinsi. Di Aceh, jumlah warga yang tercatat akan menerima DTH mencapai 9.766 orang.
Namun demikian, rekening penerima DTH yang telah diterima hingga saat ini baru mencapai 2.559. Proses penyaluran masih terus berjalan seiring dengan pendataan dan verifikasi di lapangan.
“Ini sementara berproses terus, meminta data yang lebih lengkap di lapangan,” kata Amran.
Baca Juga: Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
Di Provinsi Sumatera Utara, jumlah calon penerima DTH tercatat sebanyak 6.550 orang, dengan realisasi penyaluran yang telah mencapai 1.688 penerima. Sementara di Sumatera Barat, dari 2.004 calon penerima DTH, sebanyak 1.685 telah tersalurkan.
Amran menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada penyediaan hunian dan bantuan sosial. Seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dijalankan secara bersamaan oleh kementerian dan lembaga terkait.
“Jadi untuk progres, semuanya berjalan bukan hanya dari sisi akses jalan dan jembatan, tapi semuanya bersamaan juga, paralel kita perhatikan. Karena masing-masing punya tanggung jawab,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Menurun
-
Care for Sumut Charity Run: Berlari di GBK untuk Bantu Korban Banjir Sumatera Utara
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
BNPA dan FK UI Siapkan Pendampingan Psikologis Jangka Panjang untuk Korban Banjir Sumatera
-
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga