- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tegaskan ambang batas parlemen penting untuk penguatan sistem presidensial.
- PDIP sedang mengkaji besaran ideal ambang batas parlemen demi menjaga stabilitas politik dan konsolidasi demokrasi.
- PAN mengusulkan penghapusan ambang batas parlemen agar aspirasi jutaan pemilih dapat terwakili di DPR RI.
Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menggarisbawahi pentingnya kebijakan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem politik Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam dialog strategis bersama media massa usai memimpin rapat konsolidasi internal PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (2/2/2026) kemarin.
Ia menegaskan, bahwa ambang batas parlemen bukan sekadar angka, melainkan instrumen krusial untuk menjaga efektivitas sistem pemerintahan.
Menurutnya, keberadaan ambang batas sangat diperlukan guna memperkuat sistem presidensial yang dianut Indonesia serta mempercepat proses konsolidasi demokrasi.
"Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian," ujar Hasto dalam keterangannya dikutip, Selasa (3/2/2026).
Kekinian, kata dia, PDIP tengah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan angka yang ideal bagi ambang batas parlemen pada pemilu mendatang agar tetap menjamin representasi rakyat namun tetap menjaga stabilitas politik di parlemen.
Selain isu nasional, Hasto juga menyoroti berbagai isu hangat lainnya, termasuk pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran kader partai di daerah.
Ia menginstruksikan kader PDI Perjuangan di legislatif untuk tetap berani bersikap kritis, terutama dalam mengawal kebijakan pendidikan gratis agar tepat sasaran bagi rakyat yang membutuhkan.
"Jangan takut memperjuangkan kebenaran. Kader partai harus turun ke bawah dan menempatkan skala prioritas pada pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal," tegas Hasto didampingi jajaran DPD PDIP Kaltim.
Baca Juga: PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi
Lebih lanjut, Hasto mempertegas komitmen ekologi partai melalui "Gerakan Merawat Pertiwi".
Ia mengajak para jurnalis dan masyarakat luas untuk peduli pada lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menanam biji buah sisa konsumsi.
"Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu kamar atau atmosfer yang sesuai hingga tumbuh tunasnya. Bayangkan jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan saja, kita pasti bisa menghijaukan kembali Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungannya terhadap penghapusan ambang batas, baik untuk parlemen (parliamentary threshold) maupun pemilihan presiden (presidential threshold).
Hal ini bertujuan agar jutaan suara pemilih dalam pemilihan umum tidak terbuang sia-sia.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa keberadaan ambang batas selama ini menghalangi aspirasi masyarakat untuk tersampaikan di tingkat nasional karena partai yang mereka pilih gagal memenuhi syarat persentase minimal.
Berita Terkait
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
-
PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
-
Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi
-
Ketua Komisi II DPR RI Tak Setuju Usulan Penghapusan Ambang Batas Parlemen: Izinkan Kami Nanti...
-
PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan