- Hakim Konstitusi Arief Hidayat akan mengakhiri masa jabatannya setelah 13 tahun mengabdi pada Selasa, 3 Februari 2026.
- Arief merilis buku reflektif pada 2 Februari 2026 tentang pengabdiannya dan isu Pilpres 2024 di hadapan publik.
- Ia mengkritik keras Pilpres 2024 sebagai paling hiruk pikuk karena adanya dugaan keterlibatan serta "cawe-cawe" Presiden Jokowi.
Suara.com - Panggung Mahkamah Konstitusi (MK) segera kehilangan salah satu sosok paling vokal dan ikonik. Arief Hidayat akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/2/2026) pukul 24.00 WIB, setelah 13 tahun mengabdi.
Selama lebih dari satu dekade, Arief Hidayat bukan sekadar penjaga konstitusi, melainkan juga figur yang kerap memicu diskusi publik lewat pernyataan-pernyataan beraninya di ruang sidang.
Menandai akhir perjalanannya di benteng terakhir keadilan tersebut, Arief merilis sebuah karya reflektif. Dia pun merilis buku yang bertajuk 'Peluncuran dan Bedah Buku Arief Hidayat 13 Tahun Mengabdi sebagai Hakim Konstitusi' pada Senin 2/2/2026 di Aula Gedung 1 MK, Jakarta.
Acara ini menjadi momen emosional sekaligus blak-blakan mengenai apa yang terjadi di balik layar selama ia menjabat, terutama saat menangani sengketa politik paling panas di Indonesia.
Protes Keluarga di Balik Sikap Kritis
Menjadi hakim konstitusi yang vokal ternyata bukan tanpa risiko, bahkan di lingkup keluarga sendiri. Arief mengungkapkan bahwa di akhir masa jabatannya, ia sempat diprotes anaknya terkait kritiknya terhadap Pilpres 2024.
Sebagaimana diketahui, Arief merupakan salah satu hakim yang memberikan pandangan berbeda atau dissenting opinion dalam putusan sengketa hasil Pilpres 2024 yang lalu.
Sikapnya yang keras menyoroti dugaan ketidaknetralan atau "cawe-cawe" Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya membuat sang anak khawatir. Namun, bagi Arief, integritas sebagai seorang negarawan tidak bisa ditawar oleh rasa nyaman.
"Konsistensi saya sering juga dianu (diprotes) anak-anak. 'Pa mbok sudahlah, sudah tua, enggak usah aneh-aneh, Pilpres mbok dibiarkan saja'. Tapi hati nurani saya tidak bisa mengatakan itu. Sehingga saya berbuat lain," cerita dia.
Baca Juga: Gugatan Nikah Beda Agama Ditolak MK, Pencatatan Perkawinan Tetap Ikuti Hukum Nasional
Kelakar Soal Kekalahan Ganjar-Mahfud
Di sela-sela suasana formal peluncuran bukunya, Arief Hidayat menunjukkan sisi humanisnya dengan melontarkan candaan yang memecah tawa hadirin.
Tak sampai di sana, saat ingin menyudahi pidatonya, Arief pun sempat berkelakar soal kekalahan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di Pilpres 2024.
Ia menghubungkan keberhasilan kariernya dengan sebuah filosofi sederhana tentang cara naik dan turun panggung yang menurutnya memiliki makna simbolis bagi keberuntungan seseorang.
"Kebiasaan saya kalau naik panggung dari sini (menunjuk tangan kanannya) turun dari sana (tangan kiri) supaya karirnya enggak muter-muter, jelas. Jadi dari dekan terus Ketua MK karena naiknya dari sini, turunnya dari sana. Pak Mahfud seadainya sering begitu, itu kemarin Pak Ganjar bisa jadi presiden dan wakil presiden," kelakar Arief yang membuat Mahfud dan para tamu undangan tertawa.
Arief bahkan melanjutkan guyonannya dengan menyebut bahwa Mahfud MD, yang juga hadir dalam acara tersebut, mungkin melakukan kesalahan teknis kecil saat berkampanye.
Berita Terkait
-
Gugatan Nikah Beda Agama Ditolak MK, Pencatatan Perkawinan Tetap Ikuti Hukum Nasional
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Adies Kadir Mundur dari DPR Usai Dipilih Jadi Hakim MK, Posisinya Berpeluang Diganti Anaknya Adela
-
Adies Kadir Jadi Hakim MK, Benteng Konstitusi Dikepung Kepentingan Politik?
-
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal