- Pembangunan fisik Istana Wakil Presiden di Sepaku, Kalimantan Timur telah rampung 100 persen, fokus kini pada interior.
- Desain bangunan mengadopsi filosofi lokal Dayak "huma betang umai" dengan nilai kontrak sekitar Rp1,457 triliun.
- Istana dirancang sebagai bangunan hijau hemat energi menggunakan pendingin hibrida dan orientasi yang efisien.
Suara.com - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan di tengah transisi kepemimpinan nasional. Salah satu pencapaian terbaru adalah selesainya pembangunan fisik gedung Istana Wakil Presiden.
Terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, bangunan monumental ini kini berdiri tegak sebagai simbol baru otoritas eksekutif di kawasan IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengonfirmasi bahwa struktur utama dan pengerjaan fisik bangunan tersebut telah selesai sepenuhnya. Hal ini menandai babak baru dalam kesiapan infrastruktur inti pemerintahan di IKN.
"Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut pembangunan Istana Wakil Presiden di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (3/2/2026).
Fokus Interior dan Sentuhan Akhir
Meski secara struktural telah rampung, gedung ini belum bisa langsung ditempati secara fungsional. Saat ini, tim di lapangan tengah bergerak cepat untuk menyelesaikan detail estetika dan fungsi ruang di dalam gedung.
Fokus utama beralih dari konstruksi berat ke tahap penyempurnaan yang lebih mendetail untuk memastikan kenyamanan dan kemegahan interior sesuai standar kenegaraan.
"Saat ini fokus pengerjaan di bangunan Istana Wakil Presiden kepada pengadaan mebel dan interior," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Penyelesaian interior ini menjadi krusial mengingat Istana Wakil Presiden akan menjadi tempat menerima tamu-tamu negara serta menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga: Update Terkini ASN Pindah ke IKN Nusantara, Tahap Awal Mulai Dilaksanakan?
Pengadaan mebel atau perabot untuk Istana Presiden dan Wakil Presiden sendiri merupakan tanggung jawab Sekretariat Negara, yang akan memastikan setiap unsur di dalamnya mencerminkan identitas bangsa.
Filosofi 'Huma Betang Umai': Ibu Sebagai Pengayom
Salah satu daya tarik utama dari Istana Wakil Presiden di IKN adalah arsitekturnya yang tidak sekadar megah, tetapi kaya akan nilai filosofis lokal. Desain bangunan ini mengusung konsep "huma betang umai". Istilah ini diambil dari bahasa Dayak, suku asli Kalimantan Timur, yang memiliki makna mendalam.
Dalam budaya Dayak, "huma betang umai" bermakna ibu sebagai pengayom, pelindung, pemberi, dan pemelihara.
Konsep ini diterjemahkan ke dalam bentuk bangunan yang mengadopsi ciri khas rumah panggung dan rumah panjang (Longhouse), yang merupakan tipologi hunian tradisional di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Pemilihan desain ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus upaya mengintegrasikan identitas budaya Kalimantan ke dalam pusat pemerintahan nasional.
Berita Terkait
-
Update Terkini ASN Pindah ke IKN Nusantara, Tahap Awal Mulai Dilaksanakan?
-
Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara