- DPR ingatkan pemerintah jangan buru-buru bangun gedung IKN secara fisik.
- Pemerintah harus siapkan dulu ekosistem pendukungnya secara matang sebelum pindah.
- Jika dipaksakan, berpotensi membebani anggaran negara dan timbulkan krisis.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, memberikan catatan kritis terhadap target Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan gedung legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia mengingatkan bahwa membangun ibu kota baru tidak cukup hanya dengan menyelesaikan proyek fisik.
Menurut Deddy, pemerintah harus terlebih dahulu memastikan ekosistem pendukung di IKN terbentuk secara matang sebelum pusat pemerintahan benar-benar dipindahkan. Ia menilai kompleksitas pemindahan ini memerlukan kesiapan di berbagai lini, bukan sekadar ketersediaan kantor.
"Menurut saya tidak cukup hanya fisik gedung yang dikerjakan, ekosistemnya juga harus terbentuk dulu. Juga berbagai kebijakan terkait dengan pemindahan pusat pemerintahan yang cukup kompleks," ujar Deddy saat dihubungi Suara.com, Rabu (14/1/2026).
Risiko Bebani Anggaran dan Timbulkan Krisis
Deddy mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika pembangunan hanya mengejar target waktu tanpa memperhatikan kesiapan ekosistem secara menyeluruh. Ketidaksiapan tersebut, menurutnya, justru berpotensi membebani keuangan negara dan merugikan banyak pihak.
"Jangan sampai ketidaksiapan ekosistem justru akan membebani anggaran, menimbulkan krisis, dan merugikan semua pihak yang terkait dengan pemindahan tersebut," tegasnya.
Oleh karena itu, ia secara khusus meminta Presiden Prabowo untuk lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait IKN.
"Saya berharap Presiden Prabowo untuk berhati-hati dan memikirkan dengan matang. Kami tidak ingin Presiden mengambil keputusan yang terburu-buru," pungkasnya.
Baca Juga: Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo