- Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira menyampaikan duka cita atas dugaan bunuh diri siswa SD YBS (10) di Ngada, NTT.
- Andreas mendesak penegak hukum menyelidiki pasti penyebab kematian korban untuk menghindari spekulasi di masyarakat.
- Peristiwa ini menjadi tamparan sosial atas minimnya perhatian dan kasih sayang terhadap generasi muda.
Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas Hugo Pareira, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus keprihatinan luar biasa atas tragedi dugaan bunuh diri yang menimpa YBS (10), seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Peristiwa pilu yang diduga dipicu karena ketidakmampuan keluarga membeli perlengkapan sekolah ini dinilai sebagai sinyal darurat bagi tatanan sosial masyarakat.
Andreas menegaskan, bahwa kejadian ini sangat menyayat hati dan tidak seharusnya terjadi di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan.
"Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD di Kecamatan Jerebuu Ngada karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati," ujar Andreas kepada Suara.com, Selasa (3/2/2026).
Menyikapi kasus tersebut, Andreas menyampaikan tiga poin krusial. Pertama, ia mendesak aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Terhadap kasus ini, pertama, pihak kepolisian perlu menyelidiki penyebab dan menjelaskan penyebab kasus kematian ini. Kedua, pihak pemda perlu serius menangani keluarga anak ini sehingga tidak terulang lagi kasus semacam ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Andreas menyoroti aspek tanggung jawab sosial yang jauh lebih mendalam.
Menurutnya, kematian tragis bocah tersebut merupakan bukti adanya ruang hampa dalam pemberian perhatian dan kasih sayang, baik di lingkup terkecil keluarga maupun lingkungan masyarakat luas.
"Ketiga, bagaimanapun peristiwa ini merupakan tamparan untuk kita sebagai masyarakat ketika seorang bocah yang meninggal tragis karena putus asa, hilangnya perhatian, hilangnya kasih sayang dari keluarga, dari masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum refleksi atas tanggung jawab sosial dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda.
Andreas berharap kejadian serupa tidak pernah terulang kembali dengan memperkuat kepedulian antarsesama.
"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa, menjadi manusia yang kemudian berguna masyarakatnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis
-
Siswa SD Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Ada yang Salah Kebijakan Pemerintah
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!