- Kebocoran dokumen terkait Jeffrey Epstein pada Januari 2026 menyudutkan posisi politik Donald Trump menjelang Pemilu Sela 2026.
- Trump diduga menggunakan manuver luar negeri agresif seperti penculikan Maduro untuk mengalihkan isu domestik Epstein.
- Keterlibatan Peter Mendelson di Inggris juga terguncang akibat dokumen Epstein, menguji moralitas elit Barat.
Dengan kondisi ekonomi AS yang melambat serta protes domestik akibat tewasnya warga di tangan agen imigrasi (ICE), posisi politik Trump kian rapuh.
Ketakutan terbesar Gedung Putih saat ini adalah Pemilu Sela November 2026. Jika Partai Demokrat berhasil merebut kendali legislatif, "hantu" pemakzulan dipastikan akan kembali menghantui Trump.
Kasus Epstein kemungkinan besar akan dijadikan landasan utama untuk menjatuhkan kredibilitas sang Presiden.
Semakin kuat publik menyoroti dimensi etika dan moral dalam kasus Epstein, diperkirakan akan semakin keras pula Trump menciptakan letupan konflik di luar negeri sebagai upaya diplomasi "benteng pertahanan" untuk menaikkan popularitasnya di mata publik domestik.
Artikel ini bersumber pada artikel berjudul "Jeffrey Epstein "hantui" (nasib pemerintahan) Donald Trump" yang ditulis oleh Jafar M Sidik di Antaranews.
Berita Terkait
-
Mantan Istri Bill Gates Tanggapi Epstein Files, Singgung 'Masa Menyakitkan Pernikahan'
-
Siapa 'Indonesian CIA' dan Konglomerat di Epstein Files? Dibahas Bersama Mata-Mata Israel
-
Terbongkar! Dokumen Epstein Files Ungkap 902 Sebutan 'Indonesia', Ada Apa di Balik Skandal?
-
Apa Agama Jeffrey Epstein yang Dikirimi Kain Kiswah Kabah?
-
Aksi Jumat untuk Palestina, Massa Minta Indonesia Tinggalkan Board of Peace
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi