News / Internasional
Senin, 09 Februari 2026 | 07:55 WIB
Donald dan Melania Trump bersama (mantan) Pangeran Andrew, Jeffrey Epstein, dan Ghislaine Maxwell di Klub Mar-a-Lago milik Trump di Florida pada tahun 2000. (Dagens ETC)
Baca 10 detik
  • Kebocoran dokumen terkait Jeffrey Epstein pada Januari 2026 menyudutkan posisi politik Donald Trump menjelang Pemilu Sela 2026.
  • Trump diduga menggunakan manuver luar negeri agresif seperti penculikan Maduro untuk mengalihkan isu domestik Epstein.
  • Keterlibatan Peter Mendelson di Inggris juga terguncang akibat dokumen Epstein, menguji moralitas elit Barat.

Dengan kondisi ekonomi AS yang melambat serta protes domestik akibat tewasnya warga di tangan agen imigrasi (ICE), posisi politik Trump kian rapuh.

Ketakutan terbesar Gedung Putih saat ini adalah Pemilu Sela November 2026. Jika Partai Demokrat berhasil merebut kendali legislatif, "hantu" pemakzulan dipastikan akan kembali menghantui Trump.

Kasus Epstein kemungkinan besar akan dijadikan landasan utama untuk menjatuhkan kredibilitas sang Presiden.

Semakin kuat publik menyoroti dimensi etika dan moral dalam kasus Epstein, diperkirakan akan semakin keras pula Trump menciptakan letupan konflik di luar negeri sebagai upaya diplomasi "benteng pertahanan" untuk menaikkan popularitasnya di mata publik domestik.


Artikel ini bersumber pada artikel berjudul  "Jeffrey Epstein "hantui" (nasib pemerintahan) Donald Trump" yang ditulis oleh Jafar M Sidik di Antaranews.

Load More