- Seorang pria di Cengkareng, Jakarta Barat, dianiaya tetangganya karena menegur permainan drum yang berisik hingga malam.
- Insiden kekerasan ini terekam video yang menunjukkan korban ditendang wajahnya setelah terlibat adu mulut dengan pelaku.
- Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat pada 7 Februari 2026 dan kini sedang ditangani Sat Reskrim.
Suara.com - Seorang pria di Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi korban penganiayaan setelah menegur tetangganya yang kerap bermain drum hingga malam hari.
Aksi kekerasan itu bahkan terekam video dan beredar luas di media sosial.
Dalam video yang salah satunya diunggah akun Instagram @angelju_, korban terlihat sudah dalam kondisi dipukuli.
Sejumlah warga sempat mencoba melerai pertikaian tersebut. Namun pelaku justru semakin brutal dengan menendang wajah korban hingga tersungkur dan kesakitan.
Peristiwa penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat.
Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/359/II/2026/SPKT Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 7 Februari 2026. Korban melaporkan dugaan penganiayaan dengan jeratan Pasal 262 KUHP.
Berdasarkan laporan polisi, insiden bermula saat korban menegur pelaku yang bermain drum sejak siang hingga malam hari karena dianggap mengganggu ketenangan warga sekitar.
Pelaku sempat berjanji akan memasang tembok peredam suara, namun kebisingan tetap terjadi.
Pada hari kejadian, adu mulut tak terhindarkan antara korban dan pelaku. Situasi kemudian memanas hingga berujung kekerasan.
Baca Juga: Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
Korban mengaku sempat ditabrak mobil milik orang tua pelaku hingga terjatuh. Tak berhenti di situ, pelaku disebut mencekik atau memiting korban sebelum akhirnya menendang wajahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan memilih menempuh jalur hukum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut kasus ini kekinian tengah ditangani Polres Metro Jakarta Barat.
"Saat ini korban sudah membuat laporan ke Polrestro Jakbar dan dalam penanganan oleh Sat Reskrim Jakbar," ujar Budi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Rawa Buaya: Truk Kontainer Tabrak Motor dan Mobil, Dua Terluka
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
-
5 Fakta Viral Pria Gendong Biawak di Jakarta Barat, Warga Geger Dikira Mayat
-
Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?
-
Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik
-
Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian
-
Prabowo Kumpulkan TNI dan Polri di Istana, Bahas Agenda Strategis Awal Tahun
-
Transaksi Ganja 9,4 Kg Digagalkan di Parkiran RS UKI, Polda Metro Jaya Ciduk Tiga Orang!
-
Ketimpangan Tabungan Meningkat: Simpanan di Atas Rp1 Miliar Tumbuh, Saldo Rakyat Kecil Tergerus
-
Pelajar Meninggal Dunia Diduga Akibat Jalan Rusak, Keluarga Bisa Tuntut Pemerintah