- Pertumbuhan tabungan nasional didominasi oleh kelompok dengan saldo di atas Rp1 miliar.
- Saldo rata-rata masyarakat menengah bawah menyusut akibat tekanan inflasi dan biaya hidup.
- Penyerapan tenaga kerja melambat drastis dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.
Suara.com - Pertumbuhan tabungan masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan triliun rupiah dinilai tidak mencerminkan perbaikan kondisi keuangan di seluruh lapisan rumah tangga. Di balik kenaikan agregat tersebut, terdapat ketimpangan nyata antara kelompok berpendapatan tinggi dan masyarakat menengah ke bawah.
Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, mengungkapkan bahwa total tabungan masyarakat tumbuh 12,1 persen (yoy) pada November 2025. Namun, lonjakan ini hampir sepenuhnya didorong oleh kelompok simpanan besar.
“Pertumbuhan signifikan ini didominasi hampir seluruhnya oleh kelompok simpanan dengan saldo di atas Rp1 miliar,” ujar Sandy dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Sebaliknya, kelompok menengah dan bawah justru mengalami stagnasi, bahkan penurunan kapasitas menabung. Rata-rata tabungan per rekening untuk kelompok simpanan di bawah Rp100 juta tercatat menyusut, dari sekitar Rp2,0 juta pada awal 2023 menjadi sekitar Rp1,7 juta pada periode 2024–2025.
“Fenomena precautionary saving ini mempertegas bahwa ruang finansial rumah tangga tidak membaik secara merata. Kelompok berpendapatan tinggi lebih memilih menabung dan berinvestasi, sementara kelompok menengah-bawah berjuang menjaga sisa bantalan keuangan mereka yang mulai tergerus inflasi,” jelas Sandy.
Kondisi ketimpangan ini diperparah oleh perlambatan di sektor ketenagakerjaan. Pada Februari 2025, penyerapan tenaga kerja masih bertambah 3,59 juta orang. Namun, pada Agustus 2025, tambahan tenaga kerja hanya mencapai 1,90 juta orang—jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,79 juta orang.
Meski demikian, aktivitas konsumsi tidak sepenuhnya melemah. Indeks Penjualan Riil (IPR) tetap mencatatkan level tinggi sebesar 248,3 pada Maret 2025, tertinggi dalam tiga tahun terakhir, berkat momentum musiman Ramadhan dan Idulfitri.
Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sepanjang 2023–2025 tetap berada di zona optimistis (di atas level 100). Walau sempat mengalami pelemahan tajam pada paruh kedua 2025, indeks ini kembali pulih secara terbatas di akhir tahun.
Menurut Sandy, situasi ini menunjukkan tantangan struktural yang harus segera diatasi agar daya beli masyarakat tidak terus tertekan.
Baca Juga: Telah Tampung 10.000 Nasabah, BCA Incar Gen Z Tajir
“Tantangan utama daya beli Indonesia saat ini adalah memastikan pertumbuhan pendapatan riil yang lebih merata dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Tanpa fondasi tersebut, masyarakat akan semakin berhati-hati dalam berbelanja, yang berisiko menghambat keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim
-
Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa
-
Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya
-
Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium
-
Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
-
Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah