Suara.com - Bagi para penggemar K-pop, konser merupakan sebuah momen sakral karena mereka bisa menonton idolanya dalam jarak dekat dan tidak terhalang layar. Namun, bayang-bayang banjir, cuaca ekstrem, dan pembatalan mendadak akibat krisis iklim mulai menghantui euforia tersebut.
Menolak diam, komunitas penggemar global yang tergabung dalam KPOP4PLANET membawa aksi “perang” melawan krisis iklim ke Majelis Nasional, jantungnya pemerintahan Korea Selatan.
Pada 6 Febriari 2026 lalu, para aktivis muda resmi menyerahkan proposal pembentukan Dewan ‘Konser Rendah Karbon’ kepada Anggota Parlemen Park Soo-hyun. Pesan yang dibawanya yaitu industri K-pop harus berubah jika ingin tetap eksis di masa depan.
Aktivis dari Indonesia, Nurul Sarifah membawa keresahan nyata Indonesia yang merupakan salah satu basis fans terbesar di dunia. Sudah banyak sekali pembatalan konser yang terjadi akibat bencana iklim seperti banjir dan cuaca ekstrem. Dampaknya, krisis iklim akan selalu menjadi ancaman eksistensial bagi para penggemar.
"Jika Korea, tempat kelahiran K-pop, menetapkan standar konser rendah karbon, ini akan memperkuat dampak budayanya," tegas Nurul.
Ironisnya, Pedoman Acara Ramah Lingkungan Rendah Karbon di Korea Selatan ternyata mengalami stagnan selama 18 tahun sejak diberlakukan pada tahun 2008. Aktivis Dayeon Lee menekankan perlunya pembentukan badan konsultatif resmi yang di dalamnya terdapat Majelis Nasional, pemerintah, dan industri untuk menetapkan standar yang mencerminkan pertumbuhan industri pertunjukan serta realitas krisis iklim.
“Konser rendah karbon bukanlah pilihan, tetapi masalah kelangsungan hidup," ujarnya.
Menuntut Roadmap Hijau berdasarkan survei yang telah dilakukan KPOK4PLANET, nyaris seluruh penggemar K-pop idol global (92,2%), kini menginginkan konser rendah karbon yang tidak merusak bumi. Bahkan, kampanye yang dilakukan KPOP4PLANET “K-pop Carbon Hunters” saat ini sudah memiliki hampir 10.000 tandatangan petisi dari penggemar di seluruh dunia.
Mereka mendesak pemerintah Korea Selatan untuk segera mengukur emisi dengan menetapkan standar perhitungan karbon yang ketat sejak tahap perencanaan hingga konser berakhir, memberi insentif kebijakan berupa penghargaan bagi promotor yang beralih ke energi bersih, serta menyelenggarakan proyek percontohan konser netral karbon pertama yang didukung langsung oleh negara.
Baca Juga: Climate Anxiety: Saat Generasi Muda Cemas akan Masa Depan Bumi
Respon Parlemen pada gerakan ini akhirnya membuahkan hasil. Anggota Parlemen Park Soo-hyun berkomitmen untuk menekan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata agar segera menyusun peta jalan (roadmap) konser rendah karbon.
“Saya sangat bersimpati dengan kegiatan berharga ini untuk planet dan generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia juga menguraikan rencana implementasi yang konkret dan mengumumkan akan segera meninjau langkah-langkah dukungan legislatif.
"Kami akan menanyakan posisi pemerintah tentang pedoman tersebut pada pertemuan komite tetap berikutnya," jelasnya.
KPOP4PLANET selalu dengan konsisten menyerukan perubahan dalam industri pertunjukan, termasuk penggunaan energi terbarukan untuk mengatasi krisis iklim melalui kampanye “K-Pop Carbon Hunters”.
Dengan mencontoh langkah musisi dunia seperti Coldplay, KPOP4PLANET menegaskan bahwa K-pop mempunyai kekuatan besar untuk memimpin perusahaan, tinggal menyerahkan keputusannya pada pemerintah, karena bola panas ada di dalam mereka. Pemerintah akan tetap diam atau justru akan beradaptasi demi keberlanjutan bumi dan musik yang mereka cintai.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar
-
Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa
-
Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau
-
3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak