- BRIN melalui Kepala Arif Satria akan segera melakukan kajian mendalam mengenai pencemaran serius Sungai Cisadane.
- Pencemaran disebabkan luapan 20 ton pestisida dari kebakaran gudang, merusak ekosistem sepanjang 22,5 kilometer.
- Menteri LH mengimbau warga sekitar bantaran sungai menjauhi air terkontaminasi residu kimia berbahaya untuk kesehatan.
Suara.com - Pencemaran hebat yang melanda Sungai Cisadane memicu perhatian serius dari otoritas riset tertinggi di Indonesia.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam untuk menangani kasus yang telah meluas hingga puluhan kilometer tersebut.
"Untuk Cisadane segera, nanti saya dengan tim akan belajar," kata Arif usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2025).
Arif mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan tim di lapangan guna memetakan kronologi dan dampak kerusakan lingkungan secara presisi. Langkah cepat ini diambil mengingat skala pencemaran yang kian mengkhawatirkan.
"Saya masih ingin memanggil dari tim yang sudah bergerak, seperti apakah case-nya, nah kemudian kita akan selesaikan segera," ujar dia.
Ekosistem Hancur, 20 Ton Pestisida Meluap
Bencana lingkungan ini dipicu oleh kebakaran gudang pupuk yang menyebabkan sedikitnya 20 ton pestisida tumpah ke anak sungai Jeletreng hingga bermuara di Sungai Cisadane.
Dampaknya mengerikan: aliran sungai sepanjang 22,5 kilometer di wilayah Tangerang Raya kini terkontaminasi residu kimia berbahaya.
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa air sisa pemadaman yang bercampur zat kimia menjadi dalang utama kematian masal berbagai biota sungai, mulai dari ikan mas hingga ikan sapu-sapu.
Baca Juga: Rencana Redenominasi, BRIN Siap Turun Tangan Riset dan Beri Masukan
"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," kata Hanif, Rabu (11/2).
Pemerintah kini mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang tinggal di bantaran sungai agar menjauh sementara waktu.
"Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup," pungkas Hanif. (Antara)
Berita Terkait
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane
-
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Polres Tangsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Gudang
-
Rencana Redenominasi, BRIN Siap Turun Tangan Riset dan Beri Masukan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel