News / Metropolitan
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:27 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari melarang warga mengonsumsi ikan-ikan yang ditemukan mati di Sungai Cisadane menyusul pencemaran aliran sungai akibat kebakaran gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan. (Suara.com/M. Yasir)
Baca 10 detik
  • Kapolres Tangerang Kota melarang warga konsumsi ikan mati akibat pencemaran Sungai Cisadane pasca kebakaran gudang pestisida.
  • Pencemaran membuat air sungai berubah putih, memicu kematian ikan, dan dipastikan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
  • Pihak berwenang mengecek lokasi, memastikan distribusi air bersih berangsur normal, serta terus memantau kondisi sungai.

Suara.com - Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari melarang warga mengonsumsi ikan-ikan yang ditemukan mati di Sungai Cisadane menyusul pencemaran aliran sungai akibat kebakaran gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan.

Larangan tersebut disampaikan Jauhari saat melakukan pengecekan langsung kondisi bantaran Sungai Cisadane di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Selasa (10/2/2026).

Pencemaran menyebabkan perubahan warna air sungai menjadi putih dan memicu kematian ikan di sejumlah titik.

Dalam pengecekan tersebut, Jauhari didampingi jajaran pejabat utama Polres Metro Tangerang Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dinas Kesehatan, Kapolsek Tangerang, lurah setempat, PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang (Perumda Tirta Benteng), Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Babakan, serta disaksikan warga sekitar.

Jauhari menegaskan larangan konsumsi ikan mati demi keselamatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya,” ujarnya.

Selain mengecek bantaran sungai, Jauhari bersama petugas terkait juga menelusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet untuk melihat kondisi air di sejumlah titik terdampak.

Terkait distribusi air bersih, Jauhari menyampaikan layanan sempat terdampak namun kini mulai berangsur normal.

“Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali. PDAM Tirta Benteng juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane

Polres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait menurut Jauhari akan terus melakukan pemantauan kondisi Sungai Cisadane dan mengimbau masyarakat tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keselamatan.

Load More