News / Metropolitan
Selasa, 17 Februari 2026 | 19:44 WIB
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung perayaan Imlek di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin pada Selasa (17/2/2026). (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung perayaan Imlek di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin pada Selasa (17/2/2026).
  • Pemprov DKI menjamin keamanan ibadah dan perayaan keagamaan guna menjaga stabilitas serta toleransi Ibu Kota.
  • Rangkaian acara Imlek 2026 berlangsung 12 Februari hingga 3 Maret, ditutup Festival Cap Go Meh untuk persatuan.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara langsung meninjau suasana perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).

Langkah pemantauan ini dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian ibadah warga Tionghoa di Jakarta Selatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, sekaligus khidmat.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan keseriusannya dalam mengawal keamanan setiap hari besar keagamaan demi menjaga stabilitas di Ibu Kota.

"Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh umat yang merayakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh menjaga situasi yang kondusif serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat," tutur Rano.

Bagi Bang Doel, sapaan akrabnya, kegiatan monitoring ini bukan sekadar urusan birokrasi atau seremoni belaka, melainkan medium untuk menyapa warga lebih dekat.

Interaksi langsung dengan pengurus rumah ibadah dan jemaat kelenteng dianggap sebagai fondasi utama dalam merawat jalinan persatuan antarwarga.

"Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terus dijaga, kita dapat memperkuat persatuan serta menjaga keharmonisan Jakarta sebagai kota yang majemuk," katanya.

Tahun ini, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengusung tema besar yang cukup mendalam, yakni "Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan".

Orang nomor dua di Jakarta ini memandang bahwa tema tersebut sangat selaras dengan napas Pancasila yang menjadi kompas kehidupan bernegara.

Baca Juga: Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa

"Tema ini mengingatkan kita bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Nilai keadilan bahkan ditegaskan dalam Pancasila, khususnya pada sila kedua dan sila kelima, sehingga harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan," jelasnya.

Untuk menyemarakkan suasana, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun kalender acara bertajuk Perayaan Imlek Jakarta 2026 yang berlangsung sejak 12 Februari hingga 3 Maret mendatang.

Beragam perhelatan seperti Festival Imlek Jakarta, Lomba Dekorasi, hingga Jakarta Light Festival digelar untuk menunjukkan wajah Jakarta yang inklusif bagi semua etnis.

Puncak kemeriahan budaya ini nantinya akan ditutup dengan Festival Cap Go Meh yang diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus perekat sosial.

"Rangkaian perayaan ini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan yang merangkul seluruh elemen masyarakat. Identitas dan budaya warga Tionghoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, perayaan ini menjadi milik kita bersama," pungkas Rano.

Load More