- Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung perayaan Imlek di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin pada Selasa (17/2/2026).
- Pemprov DKI menjamin keamanan ibadah dan perayaan keagamaan guna menjaga stabilitas serta toleransi Ibu Kota.
- Rangkaian acara Imlek 2026 berlangsung 12 Februari hingga 3 Maret, ditutup Festival Cap Go Meh untuk persatuan.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara langsung meninjau suasana perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).
Langkah pemantauan ini dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian ibadah warga Tionghoa di Jakarta Selatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, sekaligus khidmat.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan keseriusannya dalam mengawal keamanan setiap hari besar keagamaan demi menjaga stabilitas di Ibu Kota.
"Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh umat yang merayakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh menjaga situasi yang kondusif serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat," tutur Rano.
Bagi Bang Doel, sapaan akrabnya, kegiatan monitoring ini bukan sekadar urusan birokrasi atau seremoni belaka, melainkan medium untuk menyapa warga lebih dekat.
Interaksi langsung dengan pengurus rumah ibadah dan jemaat kelenteng dianggap sebagai fondasi utama dalam merawat jalinan persatuan antarwarga.
"Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terus dijaga, kita dapat memperkuat persatuan serta menjaga keharmonisan Jakarta sebagai kota yang majemuk," katanya.
Tahun ini, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengusung tema besar yang cukup mendalam, yakni "Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan".
Orang nomor dua di Jakarta ini memandang bahwa tema tersebut sangat selaras dengan napas Pancasila yang menjadi kompas kehidupan bernegara.
Baca Juga: Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
"Tema ini mengingatkan kita bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Nilai keadilan bahkan ditegaskan dalam Pancasila, khususnya pada sila kedua dan sila kelima, sehingga harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan," jelasnya.
Untuk menyemarakkan suasana, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun kalender acara bertajuk Perayaan Imlek Jakarta 2026 yang berlangsung sejak 12 Februari hingga 3 Maret mendatang.
Beragam perhelatan seperti Festival Imlek Jakarta, Lomba Dekorasi, hingga Jakarta Light Festival digelar untuk menunjukkan wajah Jakarta yang inklusif bagi semua etnis.
Puncak kemeriahan budaya ini nantinya akan ditutup dengan Festival Cap Go Meh yang diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus perekat sosial.
"Rangkaian perayaan ini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan yang merangkul seluruh elemen masyarakat. Identitas dan budaya warga Tionghoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, perayaan ini menjadi milik kita bersama," pungkas Rano.
Berita Terkait
-
Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
-
Denise Chariesta Nangis Dapat Angpao Rp2 Ribu dari Warganet: Ini Berarti Buat Kami
-
Anthony Xie Rayakan Imlek Bareng Anak di Taiwan Tanpa Audi Marissa
-
Setahun Ditutupi, Tina Toon Akhirnya Buka Identitas Anak Pertama di Momen Imlek
-
10 Cara Buka Keberuntungan di Tahun Baru Imlek di WhatsApp: Fitur Canggih Bikin Hidup Hoki dan Aman
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka