- Satgas ODC berhasil menangkap petinggi KKB, Homi Heluka, yang merupakan Komandan Batalyon Yamue, di Dekai, Yahukimo, pada Jumat (20/2/2026).
- Homi Heluka terlibat dalam sembilan insiden kriminal serius termasuk penyerangan Brimob, pembunuhan 17 pendulang emas, dan penembakan aparat.
- Dalam operasi pengembangan, Satgas ODC juga mengamankan Simak Kipka terkait kasus pembakaran mobil Kepala Desa Yalmabi di Yahukimo.
Memasuki awal tahun 2026, tepatnya 31 Januari, Homi Heluka terlibat dalam pencurian serta pembakaran mobil merk Panther di Perumahan Pemda Lama.
Dua aksi terakhir yang tercatat sebelum penangkapannya terjadi pada bulan Februari 2026. Pada 2 Februari, ia terlibat dalam pembunuhan terhadap seorang tukang bangunan bernama Daniel Datti sekaligus melakukan pengrusakan terhadap fasilitas pendidikan di SMA Yapesli.
Terakhir, pada 12 Februari 2026, ia terlibat dalam aksi penembakan terhadap seorang supir bernama Suwono.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menambahkan bahwa dalam operasi pengembangan di lokasi berbeda, Satgas ODC juga mengamankan satu orang lainnya bernama Simak Kipka.
Penangkapan Simak Kipka didasari atas laporan keterlibatannya dalam kasus pembakaran mobil milik Kepala Desa Yalmabi, Distrik Bomela, Kabupaten Yahukimo, yang terjadi pada 18 Februari di jembatan Kali Kuk.
Terkait status Simak Kipka, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan afiliasinya dengan kelompok bersenjata.
"Belum dipastikan apakah Simak Kipka terlibat dalam KKB atau tidak, karena masih didalami," kata mantan Wakil Kepala Polda Papua itu sebagaimana dilansir Antara.
Penangkapan Homi Heluka diharapkan dapat meredam eskalasi gangguan keamanan di wilayah Yahukimo yang selama ini menjadi salah satu titik rawan konflik bersenjata di Papua Pegunungan.
Satgas Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang guna menjamin stabilitas keamanan bagi warga sipil dan kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
Baca Juga: 4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai
Tag
Berita Terkait
-
Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua
-
Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura
-
4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai
-
Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI
-
Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!