- Satgas Damai Cartenz mengungkap sekitar 200 anggota KKB di Yahukimo bergerak menyebar dalam unit-unit kecil.
- KKB di Yahukimo telah melakukan 23 kasus kekerasan sejak Januari 2024, menargetkan aparat dan warga sipil.
- Satgas Cartenz meningkatkan penegakan hukum profesional dan perlindungan masyarakat demi stabilitas keamanan wilayah.
Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz mengungkap fakta terbaru mengenai kekuatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Diperkirakan, jumlah anggota kelompok teror tersebut di wilayah itu mencapai sekitar 200 orang.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Operasi (Kaops) Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani.
Menurutnya, ratusan anggota KKB tersebut tidak terkonsentrasi di satu titik, melainkan bergerak dalam unit-unit yang lebih kecil dan tersebar untuk melancarkan aksinya.
"Dari laporan yang diterima bahwa anggota KKB di Yahukimo tersebar dalam kelompok kecil dan sering melakukan aksi penyerangan dan penembakan," ujar Faizal di Jayapura, Senin (16/2/2026).
Pola serangan yang terpecah ini terbukti telah menimbulkan serangkaian aksi kekerasan yang meresahkan. Faizal membeberkan, sejak Januari 2024 saja, tercatat sudah ada 23 kasus kekerasan yang diduga kuat dilakukan oleh KKB.
Aksi-aksi brutal ini dinilai bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan mencari perhatian publik.
Yang lebih mengkhawatirkan, target serangan mereka tidak hanya aparat keamanan. KKB di Yahukimo secara acak dan keji juga menyasar warga sipil yang tidak bersalah, mulai dari pilot pesawat perintis, sopir, hingga para pekerja yang sedang membangun fasilitas sekolah.
"Negara tidak boleh kalah oleh teror yang dilakukan KKB sehingga Satgas Damai Cartenz memastikan melakukan penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil," tegas Faizal sebagaimana dilansir kantor berita Antara.
Menyinggung penegakan hukum terhadap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai pada Rabu (11/2) lalu, Faizal menjelaskan bahwa operasi dilakukan secara terintegrasi. Pendekatan preventif dan preemtif dikedepankan untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.
Baca Juga: Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
Ia memastikan bahwa fokus Satgas Damai Cartenz tidak hanya sebatas mengejar para pelaku. Prioritas utama lainnya adalah memastikan masyarakat dapat merasa aman dan aktivitas vital seperti penerbangan perintis bisa kembali berjalan normal tanpa rasa takut.
"Pengamanan di lapangan terbang, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani.
Berita Terkait
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau