- Kementerian Sosial telah menyalurkan total bantuan senilai Rp2,56 triliun untuk korban tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra hingga Februari 2026.
- Bantuan tersebut mencakup bansos reguler untuk 1,7 juta KPM, kedaruratan untuk logistik, serta adaptif untuk pemulihan ekonomi pascabencana.
- Bansos adaptif meliputi santunan ahli waris Rp15 juta dan stimulan sosial ekonomi Rp5 juta bagi sejumlah keluarga terdampak.
Suara.com - Sejumlah bantuan masih disalurkan kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi pulau Sumatra melalui Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa total bantuan yang telah disalurkan hingga pertengahan Februari 2026 senilai Rp 2.564.805.321.880 (Rp2,56 triliun). Bantuan yang diberikan mencakup bansos reguler, bansos kedaruratan, dan bantuan sosial adaptif.
“Bantuan reguler disalurkan kepada 1,7 juta lebih KPM, total anggaran Rp 1,8 T. Ini untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Kemudian ada bansos kedaruratan untuk masa kedaruratan, dan berikutnya bansos adaptif,” jelas Gus Ipul pada Rapat yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Gus Ipul menjabarkan bansos reguler yang diberikan kepada 1.763.038 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat terdiri dari bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos sembako (Bantuan Pangan Non Tunai). Keseluruhan anggaran yang telah tersalur hingga kini mencapai Rp 1.832.738.125.000.
Untuk menangani bencana dan pemulihan pascabencana, Kementerian Sosial juga menggelontorkan bansos kedaruratan senilai Rp 99.194.346.880 (Rp99 miliar). Adapun bantuan kedaruratan tersebut dipergunakan untuk melengkapi bufferstock logistik, dapur umum di berbagai daerah, sembako dan berbagai kebutuhan pokok lain yang membantu kelangsungan hidup korban bencana di masa kedaruratan.
Gus Ipul juga menambahkan bahwa Kementerian Sosial juga telah menyalurkan bansos adaptif, Bansos adaptif tersebut diberikan sebagai dukungan Kementerian Sosial agar para korban dan keluarga bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana. Saat ini, Kementerian Sosial sudah menyalurkan bansos adaptif senilai lebih dari Rp 632,7 M.
“Bansos adaptif yang sekarang sedang proses salur semuanya Rp637 M lebih,” ujarnya.
Ada beberapa macam bansos adaptif yang disalurkan oleh Kementerian Sosial. Di antaranya, santunan ahli waris yang telah diberikan kepada 990 keluarga korban meninggal. Setiap ahli waris mendapatkan santunan senilai Rp 15 juta.
Selain itu, agar warga terdampak bisa hidup layak dan terbantu pemenuhan gizinya, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan jaminan hidup senilai Rp 450.000 per orang selama 3 bulan bagi 175.211 warga yang terdampak bencana.
Baca Juga: Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan
Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga memberikan santunan isian rumah senilai Rp 3 juta per Kepala Keluarga (KK). Santunan tersebut dapat dipergunakan oleh korban bencana untuk membeli perabotan atau perkakas yang bisa menunjang kehidupan mereka di hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Sebanyak 47.688 KK yang telah diasesmen dan divalidasi juga mendapatkan bantuan stimulan sosial ekonomi. Besaran bantuan bagi masing-masing keluarga bernilai Rp 5 juta. Dengan bantuan stimulan tersebut, diharapkan warga terdampak bisa kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga.
Lebih jauh, Gus Ipul menjelaskan bantuan tersebut masih terus berproses dan bertahap. Saat ini, Kementerian Sosial sosial akan menyalurkan bantuan kepada 37 kabupaten/kota yang telah divalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi
-
Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut