- Seorang influencer alumni LPDP viral karena pernyataan "cukup saya WNI, anak saya jangan" memicu kontroversi publik.
- Sosiolog Unpad menilai sorotan publik adalah soal perendahan bangsa, bukan semata pilihan kewarganegaraan pribadi.
- Kemarahan publik meningkat sebab beasiswa LPDP berasal dari dana publik, menimbulkan persepsi pengkhianatan nasionalisme.
Suara.com - Konten seorang influencer yang diketahui sebagai alumni LPDP viral di media sosial usai mengunggah pernyataan, “cukup saya WNI, anak saya jangan.” Video tersebut menuai pro dan kontra, bahkan menyeret statusnya sebagai penerima beasiswa negara ke ruang perdebatan publik.
Sosiolog Universitas Padjadjaran (Unpad) Yusar Muljadji menilai, polemik yang terjadi bukan semata soal pilihan kewarganegaraan anak.
“Memang benar bahwa pemilihan kewarganegaraan anak atau keluarga merupakan ranah privat secara hukum, namun yang disoroti oleh khalayak bukan itu,” kata Yusar kepada Suara.com, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, publik membaca pernyataan tersebut sebagai bentuk perendahan terhadap bangsanya sendiri. Apalagi konten itu disampaikan di ruang terbuka dengan gaya yang dianggap sebagian warganet sebagai “flexing” paspor asing.
“Jika saja si alumni ini memilih untuk tidak flexing paspor, bisa saja masyarakat tidak reaktif namun pernyataan susulannya itulah yang dipandang menyakiti warga negara Indonesia lainnya yang masih menjunjung nasionalisme,” ujarnya.
Yusar melihat, kemarahan warganet semakin meluas ketika identitas sang influencer ditelusuri sebagai penerima beasiswa LPDP. Status tersebut dinilai memperberat persepsi negatif karena beasiswa LPDP bersumber dari dana publik.
Pada titik itu muncul narasi ‘mengkhianati’ bangsa. Publik melihat ada kontradiksi antara sekolah yang dibiayai negara dari pajak rakyat, tapi kemudian menyampaikan pernyataan yang dianggap menyakiti warga negaranya sendiri.
Menurut Yusar, dalam konteks masyarakat Indonesia yang masih kuat dengan sentimen nasionalisme, isu seperti ini sangat sensitif. Pernyataan yang bernuansa perbandingan antarnegara mudah ditafsirkan sebagai bentuk ketidakbanggaan terhadap identitas nasional.
“Dari yang saya amati, reaksi publik lebih diarahkan pada hal tersebut ketimbang tentang anak si alumni LPDP mendapat kewarganegaraan asing,” pungkasnya.
Baca Juga: Dwi Sasetyaningtyas Lulusan Apa? Viral Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI
Berita Terkait
-
Dwi Sasetyaningtyas Lulusan Apa? Viral Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI
-
Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas, Suami Disanksi Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Beda Silsilah Keluarga Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Alumni LPDP yang Viral
-
Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!
-
Polemik Konten Anak Jadi WNA, LPDP Ingatkan Dwi Sasetyaningtyas soal Etika?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji
-
Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat
-
Pakai Pelat Diplomatik Palsu Kedubes Rusia, Avanza Veloz Terjaring di Tol Dalam Kota
-
Kemlu Minta WNI Tunda Perjalanan ke Meksiko
-
Gus Yaqut Tuding Ada Cacat Prosedur Penanganan Kasus Kuota Haji Oleh KPK
-
Sopir TransJakarta Diduga Mengantuk hingga Tabrakan Adu Banteng, Polisi Dalami Unsur Kelalaian