Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengumumkan 36 nama wartawan pemenang kompetisi jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2025. PIMA merupakan kompetisi jurnalistik tahunan yang bertujuan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi atas kebijakan dan perbaikan tata kelola pupuk subsidi di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Yehezkiel Adiperwira di Jakarta, Jumat (20/2/2026) menyampaikan bahwa, karya jurnalistik pemenang adalah karya terbaik yang menggambarkan peran strategis Pupuk Indonesia dalam penyediaan pupuk subsidi untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
"Selamat kepada seluruh pemenang. Kami melihat terdapat peningkatan kualitas hasil karya jurnalistik pada PIMA 2025. Artinya, kami menilai pemahaman rekan-rekan wartawan terhadap dinamika perbaikan tata kelola subsidi pupuk sudah sangat baik," ujar Yezki, sapaan akrab Yehezkiel Adiperwira.
PIMA 2025 diikuti sebanyak 558 entry dari 335 wartawan seluruh Indonesia. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan peserta PIMA 2024, yaitu terdapat 467 karya dari 259 wartawan. Para pemenang dipilih berdasarkan penilaian dewan juri yang terdiri dari unsur pemimpin redaksi dan wartawan senior dari sejumlah media nasional.
Ratusan entry tersebut terbagi dalam enam kategori lomba, yaitu Hardnews, Feature, Foto Tunggal, Foto Cerita, Video, dan Radio. Karya-karya tersebut sudah dipublikasikan di media masing-masing di periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2025. Setiap karya mengangkat pemberitaan sesuai dengan tema, meliputi publikasi kinerja dan aktivitas operasional Pupuk Indonesia beserta sembilan anak perusahaan.
Adapun tema pada PIMA 2025 ini "Membangun Industri Pupuk yang Kuat untuk Pangan Berdaulat". Sementara untuk memudahkan para peserta dalam mengelaborasi tema, diperluas lagi dalam dua subtema, yaitu "Transformasi Pupuk Indonesia Wujudkan Industri Pupuk Modern, Efisien, dan Akuntabel" serta "Penguatan Pelayanan dan Pengawalan untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian"
Dari karya yang didaftarkan ditetapkan 6 juara dari masing-masing kategori, yaitu Juara I, II, III, dan tiga Juara Harapan. Sehingga totalnya ada 36 pemenang. Adapun Juara I meraih hadiah sebesar Rp20 juta, Juara II Rp10 juta, Juara III Rp7,5 juta, dan setiap Juara Harapan mendapatkan dana apresiasi sebesar Rp5 juta.
"Kami berharap kompetisi jurnalistik Pupuk Indonesia ini dapat menjadi sarana strategis untuk edukasi kepada publik. Tidak hanya wartawan, tetapi juga petani. Karena saat ini ada banyak perubahan dan perbaikan dalam tata kelola subsidi pupuk yang perlu diketahui oleh masyarakat luas," tandas Yezki kembali.
Berikut daftar pemenang Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2025 :
Baca Juga: Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun
Kategori Hardnews : Juara I Dani Jumaidil Akhir (Okezone.com), Juara II Doni Hermawan (IDN Times), Juara III Abdul Jalil (Solopos.com), dan tiga Juara Harapan yaitu Rizky Agustian (iNews.id), Herman (Beritasatu.com), dan M Amin Alamsyah (gresiksatu.com)
Kategori Feature : Juara I Muhammad Afnani Alifian (beritajatim.com), Aningtias Jatmika (Kompas.com), Adhar Muttaqin (Detik.com), dan tiga Juara Harapan yaitu Maulana Sandijaya (Radarbali.id), Dionisius Lagaama Rebon (Pos-Kupang.com), dan Romadhona Yulian Budi Wibowo (Pikiran Rakyat).
Kategori Foto Tunggal : Juara I Aprillio Abdullah Akbar (Antara), Juara II A Sumardiyanto (Bisnis Sulawesi), Juara III Dedi Suwidiantoro (Antara), dan tiga Juara Harapan yaitu Muhammad Zulfikar (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), dan Muhammad Ihsan Mulya (Radar Solo).
Kategori Foto Cerita : Juara I Wahyu Budiyanto (blokbojonegoro.com), Juara II Maman Sukirman (Koran Sindo Makassar), Abriansyah Liberto (Tribun Sumsel), Fandi Yogari Saputra (Antara), Dhana Kencana (IDN Times), dan Idris Prasetiawan (Palopopos.co.id).
Kategori Video/TV : Juara I Rina Nur Anggraini (Antara TV), Juara II Riandi Akbar (DAAI TV), Juara III Glenys Octania (Kompas TV), serta tiga Juara Harapan yaitu Putut Anom Karangjati (Metro TV), Moch. Sahid (JTV Surabaya), dan Solihul Huda (Metro TV).
Kategori Radio : Juara I RS Anton Bayu Rheandra (Elshinta), Juara II Nita Herawati (RRI Medan), Juara III Dina Apriana (Sonora Palembang), serta tiga Juara Harapan yaitu Danang Sundoro (Pro3 RRI), Iskandar Zulkarnain (RRI Cirebon), dan Irwan Rudiawan (RRI Bandung).***
Berita Terkait
-
Libatkan Himbara, Petrokimia Gresik Pacu Digitalisasi Supply Chain Financing
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Perjalanan Karier Rahmad Pribadi Mendorong Pertanian Modern di Indonesia
-
Pupuk Indonesia Akan Revitalisasi 7 Pabrik Pupuk Tua, Cegah Pemborosan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi