- Sejumlah remaja di Kebumen, Jawa Tengah, diamankan TNI karena diduga hendak melakukan perang sarung saat bulan Ramadan.
- Kementerian PPPA menyayangkan tawuran sarung yang berpotensi bahaya karena sering diisi batu atau senjata tajam.
- Kementerian PPPA mendukung penertiban oleh aparat namun menekankan penindakan tanpa kekerasan serta melibatkan keluarga.
Suara.com - Sebuah video tengah viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah remaja diamankan aparat berseragam TNI karena diduga akan melakukan perang sarung.
Kejadian tersebut diinformasikan terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah anak laki-laki dikumpulkan di ruang terbuka dan diberi pembinaan oleh aparat.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) turut menyayangkan kejadian tersebut.
Pelaksana Tugas Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Indra Gunawan membenarkan kalau tawuran sarung memang kerap terjadi saat bulan Ramadan di berbagai tempat.
"Momen Ramadhan yang diharapkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME namun dicederai dengan adanya tawuran sarung dan sering berpotensi membahayakan karena sarung diisi dengan batu atau senjata tajam yang bisa mengakibatkan korban luka dan meningkatnya potensi korban jiwa," kata Indra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Oleh sebab itu, pihaknya mendukung adanya penertiban aksi perang sarung itu selama Ramadan. Akan tetapi, Indra mengingatkan agar penertiban tidak dilakukan dengan kekerasan.
"Penertiban tawuran sarung perlu dilakukan agar tidak mengganggu masyarakat sekitarnya, terutama yang sedang melaksanakan ibadah, oleh aparat secara tepat dan terukur agar tetap menghormati hak-hak anak," ucapnya.
Menurutnya, penanganan tawuran anak dengan kekerasan dan hukuman fisik tidak berkorelasi dengan penegakan disiplin dan tidak secara otomatis memutus siklus kekerasan. Bahkan disebut berpotensi berulang pada anak, baik anak sebagai pelaku kekerasan maupun sebagai korban.
Baca Juga: Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
Sebagai solusi, Indra menyarankan adanya pelibatan lingkungan ekologis anak yang terdekat seperti keluarga, sekolah dan masyarakat untuk pembinaan dengan penerapan disiplin positif. Hal itu pula yanh akan dilakukan xalam menangani kejadian perang sarung yang viral di Kebumen.
"Kemen PPPA akan memastikan UPTD PPA Kabupaten Kebumen dapat memberikan pendampingan selama proses pembinaan serta memastikan ada keterlibatan keluarga selama proses, termasuk memberikan trauma healing kepada anak-anak yang terlibat," katanya.
Berita Terkait
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
-
BPJS Dipimpin Jenderal: Bakal Makin 'Gercep' atau Malah Kaku?
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung