- Kementerian HAM dan Mabes Polri sepakat kerja sama untuk mengadakan pelatihan penguatan HAM bagi aparat penegak hukum.
- Kemenham akan dilibatkan dalam meninjau ulang regulasi internal kepolisian agar berbasis pada prinsip-prinsip HAM.
- Kerja sama ini adalah respons terhadap kasus kekerasan aparat, mendorong reformasi Polri menuju sikap lebih humanis.
Suara.com - Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyebutkan pihaknya telah lakukan kesepakatan kerja sama dengan Mabes Polri untuk mengadakan pelatihan terkait penguatan hak asasi manusia bagi para aparat.
Kerja sama itu dilakukan sebagai respon dari berbagai kejadian kekerasan oleh aparat polisi kepada masyarakat sipil.
"Kita sudah MoU dengan Polri untuk kerjasama penguatan hak asasi manusia. Kita sudah menginisiasi kemitraan kerja sama untuk membentuk tim bersama, Kementerian HAM dengan Mabes Polri untuk melakukan pelatihan-pelatihan hak asasi manusia," kata Mugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Selain pelatihan, Kementerian HAM juga dilibatkan dalam mengulas ulang regulasi internal kepolisian untuk memastikan setiap peraturannya berbasis HAM.
Mugiyanto menyampaikan, bila belum ada aturan kuat tentang perlindungan HAM dalam penugasan aparat, maka disarankan untuk diadakan.
"Kalau perlu nanti membuat guidelines, panduan atau buku saku polisi yang ramah HAM. Misalnya, bagaimana melakukan penyelidikan, bagaimana cara mengintrogasi, melakukan BAP yang berperspektif HAM," sarannya.
Di tengah maraknya kasus kekerasan oleh aparat kepada masyarakat sipil yang belakangan viral, Mugiyanto mendorong dilakukan reformasi Polri secara internal.
Ia menekankan bahwa Kementerian HAM siap berikan pendampingan dalam membantu Polri untuk mendalami perspektif HAM.
Menurut Mugiyanto, Polri jangan lagi menggunakan tindakan kekerasan dalam menegakan aturan. Apalagi Indonesia sudah turut meratifikasi konveksi anti penyiksaan sejak lama.
Baca Juga: Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
"Karena ini kejadian yang berulang-ulang terus, kekerasan oleh polisi terjadi di mana-mana, kita selalu berteriak, polisi please reform. Silahkan bereformasi diri mengacu pada prinsip-prinsip hak asasi manusia yang sudah kita ratifikasi. Karena sudah bukan zamannya (pakai kekerasan)," ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa polisi Indonesia saat ini telah menjadi aparat keamanan sipil sejak dipisahkan dari ABRI sejak era reformasi. Sehingga, menurutnya, aparat polisi harus bersikap lebih humanis setiap kali berurusan dengan masyarakat sipil.
"Attitude-nya juga harus yang lebih humanis. Makanya supaya hal itu terjadi, polisi harus reform supaya kultur polisi itu kultur yang humanis, tidak melakukan kekerasan, melindungi, mengayongi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
-
3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Sepakat Minimarket Modern Ditutup dan Kopdes Dikuatkan
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Total Ada 38 Ribu Penerima Beasiswa LPDP, Dirut Ingatkan Etika dan Tanggung Jawab Moral Uang Pajak
-
Jadwal Lengkap Layanan Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta Selama Ramadhan 2026
-
Buntut Kontroversi "Cukup Aku WNI", LPDP Hitung Refund Beasiswa AP Suami Mbak DS Plus Bunga
-
Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan