- Polda NTB buru bandar Hamid alias Boy terkait aliran dana suap narkoba.
- Hamid alias Boy diduga setor Rp1,8 miliar kepada mantan pejabat Polres Bima.
- Polisi terbitkan DPO bandar dan kurir jaringan narkoba mantan Kapolres Bima Kota.
Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap bandar narkoba Hamid alias Boy. Ia diduga menyetorkan uang pengamanan senilai Rp1,8 miliar kepada mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, dalam rentang Juni hingga November 2025.
Selain Hamid, kepolisian juga memburu Satriawan alias Awan yang berperan sebagai kurir sabu seberat satu kilogram dari jaringan Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Keduanya kini menjadi target pengejaran intensif oleh aparat gabungan Bareskrim Polri dan Polda NTB.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi upaya perburuan tersebut.
"DPO atas nama Hamid alias Boy dan Satriawan alias Awan saat ini tengah dikejar oleh tim gabungan dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB," ujar Eko kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Identitas Hamid mencuat setelah penyidik memeriksa AKP Malaungi yang telah berstatus tersangka. Dalam keterangannya, Malaungi mengaku menerima miliaran rupiah dari Hamid sebagai 'uang atensi'. Uang tersebut kemudian diteruskan kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, di area kediaman Uma Lengge, lingkungan Mapolres Bima Kota.
Pengakuan tersebut memperkuat indikasi adanya aliran dana hasil kejahatan narkotika kepada sejumlah oknum pejabat kepolisian. Berdasarkan surat DPO Nomor DPO/26/II/2026/Ditresnarkoba, Hamid memiliki ciri fisik tinggi badan sekitar 171 cm, berbadan gemuk, rambut hitam bergelombang, serta berkulit sawo matang.
Sementara itu, menurut surat DPO Nomor DPO/24/II/2026/Ditresnarkoba, Satriawan alias Awan berciri-ciri tinggi badan 160 cm, kulit putih, rambut beruban dan mulai botak, gigi atas depan ompong, serta memiliki bekas luka besar di bagian kaki.
Polda NTB menegaskan bahwa penangkapan kedua buronan ini sangat krusial guna mengungkap secara tuntas konstruksi perkara serta jaringan distribusi sabu dan aliran dana yang mencoreng institusi Polri di wilayah Bima.
Baca Juga: Kembangkan Kasus Narkoba AKBP Didik, Bareskrim Tangkap Kurir Jaringan Ko Erwin di Riau
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?
-
Prabowo Prediksi akan Ada Perlawanan dari Kelompok Tak Cinta Tanah Air
-
Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang
-
Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan
-
Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati
-
PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang