- Polda NTB sedang menelusuri identitas terduga bandar narkoba B alias Boy yang menyuap AKBP Didik Putra Kuncoro Rp1,8 miliar.
- Inisial B alias Boy terungkap oleh Bareskrim Polri saat mengumumkan penerimaan suap total Rp2,8 miliar oleh AKBP Didik.
- Polda NTB berkoordinasi dengan Bareskrim untuk mengejar dua DPO lain, S dan A, anak buah Koko Erwin.
Suara.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) masih menelusuri identitas asli terduga bandar narkoba berinisial B alias Boy yang diduga memberikan suap Rp1,8 miliar kepada AKBP Didik Putra Kuncoro. Penelusuran dilakukan setelah inisial tersebut terungkap dari hasil pendalaman Mabes Polri.
Kapolda NTB Edy Murbowo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah Boy merupakan nama asli atau sekadar nama samaran.
“Masih pendalaman, masih dalam pengejaran, kita enggak boleh gegabah, kita belum tahu persis apakah Boy itu nama asli atau nama samaran,” kata Edy di Mataram seperti dikutip dari Antara, Jumat.
Dalam proses pelacakan tersebut, Polda NTB juga melakukan penyelidikan bersama Bareskrim Polri, institusi yang pertama kali mengungkap inisial B alias Boy ke publik.
“Untuk memastikan supaya kita enggak salah tangkap, karena di dunia seperti itu (peredaran narkoba) 'kan banyak nama alias. Ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Nama B alias Boy mencuat setelah Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso menyampaikan keterangan di Jakarta, Kamis (19/2). Ia menyebut AKBP Didik Putra Kuncoro menerima total suap Rp2,8 miliar dari dua terduga bandar narkoba, yakni Rp1 miliar dari Koko Erwin dan Rp1,8 miliar dari B alias Boy.
Selain itu, Edy memastikan dua orang berinisial S dan A yang merupakan anak buah Koko Erwin dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Bareskrim Polri masih dalam pengejaran aparat.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membenarkan penangkapan terduga bandar narkoba Koko Erwin oleh tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC di Tanjung Balai, Sumatra Utara, Kamis (26/2), saat yang bersangkutan hendak menyeberang ke Malaysia.
Dalam operasi tersebut, Koko Erwin ditangkap bersama dua orang lainnya berinisial A alias Y dan R alias K. A alias Y diamankan di Riau, sementara R alias K ditangkap di Tanjung Balai bersama Koko Erwin. Keduanya diduga membantu pelarian Koko Erwin ke Malaysia untuk menghindari penangkapan aparat kepolisian.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
Berita Terkait
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
Ini Dia Sosok Koko Erwin, Bandar Sabu Kakap yang Diduga Setor Uang dan Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor