- Pada Senin (2/3/2026), Israel memperluas serangan udara hingga ke Teheran dan Lebanon, dibalas serangan Hizbullah atas kematian pemimpin Iran.
- Amerika Serikat mengonfirmasi tiga personelnya tewas di Kuwait; Presiden Trump menjanjikan operasi militer akan berlanjut beberapa minggu.
- Konflik ini menyebabkan penutupan Bandara Dubai dan lonjakan harga minyak dunia setelah serangan di Selat Hormuz.
Suara.com - Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Pada Senin (2/3/2026), militer Israel melancarkan serangan udara baru ke jantung Teheran dan secara resmi memperluas jangkauan tempurnya ke wilayah Lebanon.
Langkah ini diambil setelah kelompok Hizbullah mulai membombardir Israel sebagai aksi balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa operasi militer gabungan AS-Israel terhadap sasaran-sasaran Iran kemungkinan besar akan berlangsung selama berminggu-minggu ke depan.
Setelah kesepakatan gencatan senjata tahun 2024 silam, ketenangan di perbatasan Israel-Lebanon kini hancur total.
Hizbullah secara terbuka mengakui telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Israel.
Merespons hal tersebut, Israel menghujani pinggiran selatan Beirut dengan lebih dari selusin ledakan dahsyat yang menyasar pusat komando senior Hizbullah.
Situasi di Beirut dilaporkan mencekam. Ribuan warga melarikan diri menggunakan mobil dan berjalan kaki, menyebabkan kemacetan total di ruas-ruas jalan utama ibu kota Lebanon tersebut.
Dilansir via Reuters, Israel memperingatkan bahwa Hizbullah bertanggung jawab penuh atas eskalasi ini dan mendesak penduduk di puluhan desa di Lebanon selatan serta timur untuk segera mengungsi.
Korban Pertama Militer Amerika Serikat
Baca Juga: Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
Untuk pertama kalinya sejak kampanye militer dimulai pada hari Sabtu, Pemerintah AS mengonfirmasi adanya korban jiwa di pihak mereka. Sedikitnya tiga personel militer AS dilaporkan tewas akibat serangan di pangkalan militer Kuwait.
Presiden Trump menyampaikan penghormatan kepada para prajurit tersebut sebagai "patriot Amerika sejati," namun ia juga memperingatkan bahwa kemungkinan jatuhnya korban lebih lanjut masih sangat tinggi.
Secara politik, perpanjangan kampanye militer ini menjadi pertaruhan besar bagi partai Republik menjelang pemilihan umum paruh waktu, mengingat hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui operasi militer ini.
Melalui pesan video yang dirilis pada hari Minggu, Trump mengeklaim bahwa serangan AS sejauh ini telah melumpuhkan pusat komando militer Iran serta menghancurkan sembilan kapal perang Teheran.
Ia menegaskan serangan tidak akan berhenti sampai seluruh objektif Washington tercapai.
Selain aksi militer, Trump juga melancarkan "perang psikologis" dengan menyerukan revolusi kepada rakyat dan aparat keamanan Iran.
Berita Terkait
-
Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran
-
Profil Anak hingga Cucu Ayatollah Ali Khamenei yang Dikabarkan Tewas akibat Serangan Israel
-
2 Kandidat Pengganti Iran Andai Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Skema Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Buntut Serangan AS-Israel
-
Menlu Iran Ancam Balas Serangan Israel-AS yang Tewaskan 51 Siswi SD
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah