- Tiga personel militer AS tewas akibat serangan di Kuwait, menandai korban jiwa pertama bagi Washington dalam eskalasi konflik ini.
- Pemerintahan Trump menghadapi pukulan politik domestik karena dukungan publik operasi militer menurun menjelang pemilihan paruh waktu.
- Iran, di bawah dewan transisi, mengonsolidasikan kekuatan dan siap melanjutkan perlawanan jangka panjang terhadap koalisi AS-Israel.
Suara.com - Eskalasi pertempuran di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini mencapai titik balik yang menyakitkan bagi Gedung Putih.
Untuk pertama kalinya sejak dimulainya operasi militer besar-besaran pada Sabtu lalu, Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi adanya korban jiwa di pihak angkatan bersenjata mereka.
Tragedi ini terjadi di tengah upaya Israel memperluas jangkauan tempurnya hingga ke jantung Teheran dan wilayah Lebanon sebagai balasan atas aksi Hizbullah.
Namun, fokus dunia kini tertuju pada jatuhnya korban pertama dari pihak AS yang menandai babak baru keterlibatan langsung Washington dalam konflik berdarah ini.
Berdasarkan laporan yang dilansir via Reuters pada Senin (2/3/2026), sedikitnya tiga personel militer Amerika Serikat dinyatakan tewas.
Insiden mematikan tersebut terjadi akibat serangan yang menghantam pangkalan militer AS di Kuwait, yang diduga merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC).
Presiden Donald Trump memberikan penghormatan terakhir kepada para korban dengan menyebut mereka sebagai "patriot sejati Amerika".
Namun, dalam pernyataan yang cukup suram, Trump juga memberikan peringatan kepada publik AS bahwa risiko jatuhnya korban tambahan masih sangat tinggi seiring dengan keputusan pemerintah untuk melanjutkan kampanye militer hingga beberapa minggu ke depan.
Secara domestik, kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi pemerintahan Trump.
Baca Juga: Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
Berdasarkan jajak pendapat terbaru, hanya sekitar 25 persen warga Amerika yang mendukung operasi militer ini, menjadikannya sebuah pertaruhan politik yang sangat berisiko menjelang pemilihan paruh waktu.
Di sisi lain, Teheran menunjukkan sikap yang tidak goyah meskipun kehilangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Di bawah kepemimpinan Presiden Masoud Pezeshkian, Iran kini bergerak dalam struktur dewan kepemimpinan transisi untuk menjaga stabilitas negara.
Meskipun sempat muncul sinyal diplomasi melalui jalur Oman, pernyataan terbaru dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, justru menyiratkan adanya konsolidasi kekuatan.
Iran menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan perlawanan jangka panjang melawan koalisi AS-Israel.
Konflik yang kian memanas setelah jatuhnya korban di pihak AS ini langsung mengguncang stabilitas dunia. Harga minyak mentah melonjak tajam akibat ancaman keamanan di jalur distribusi energi utama.
Berita Terkait
-
Apa yang Perlu Disiapkan Jika Perang Dunia III Terjadi? Ini Daftarnya
-
5 Dampak Penutupan Selat Hormuz Imbas Perang di Iran, Bisa Picu Inflasi Global?
-
Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus
-
Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Siapa yang Pimpin Iran Saat Ini?
-
Israel Mulai Serang Lebanon, Trump Beri Sinyal Perang Jangka Panjang
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum
-
Perang AS-Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Berstatus Siaga Tinggi
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
-
Syahdan Husein Lawan Tuduhan Menghasut: Ini Ketidakpuasan Pemuda dengan Politik Penuh Intrik
-
BMKG: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia
-
Eskalasi Konflik US-Iran Diprediksi Panjang, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program
-
Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran
-
"Jika Jaksa atau Hakim Tertindas, Saya akan Membela Mereka", Janji Delpedro Marhaen Dalam Pledoi
-
PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
-
Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat