Lifestyle / Komunitas
Senin, 02 Maret 2026 | 13:17 WIB
Harga minyak dunia diprediksi meroket sangat tinggi efek perang di Timur Tengah [Suara.com]

Suara.com - Dampak dari Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel ternyata bisa mendunia.

Adapun dampak pertama yang menjadi awal dari segalanya adalah wacana ditutupnya Selat Hormuz yang berada di jalur laut sempit antara Iran dan Oman serta Uni Emirat Arab.

Melalui pantauan Al Jazeera, Selat Hormuz memang belum ditutup secara resmi oleh negara-negara yang berada di sepanjang selat.

Namun, tampak berbagai perusahaan pemilik kapal tanker yang berlalu-lalang di sepanjang selat telah memutuskan untuk berhenti mengirim minyak.

Apabila Selat Hormuz ditutup, tak sedikit para pengamat menilai bahwa perekonomian global akan terguncang.

Lantas, apa yang terjadi jika Selat Hormuz ditutup?

Selat Hormuz adalah jalur minyak utama dunia

Selat Hormuz sering dijuluki sebagai "portal" ekonomi global, dan bukan tanpa alasan. 

Adapun sebagaimana yang dituangkan oleh para ahli kepada kanal pemberitaan Wired, penutupan selat ini oleh Iran akan memicu efek domino yang sangat destruktif bagi dunia.

Baca Juga: 4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur pengiriman minyak paling vital di dunia. Sekitar seperlima atau 20 persen dari total konsumsi minyak bumi dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.

Jika Iran benar-benar menutup akses tersebut, pasokan sekitar 20 juta barel minyak per hari akan terhenti seketika. Dampaknya adalah lonjakan harga minyak yang drastis.

Para pengamat global memperkirakan harga minyak mentah bisa meroket dari kisaran USD 75 ke lebih dari USD 120 bahkan USD 150 per barel hanya dalam waktu singkat.

Kenaikan ini terjadi bukan hanya karena kelangkaan fisik minyak, tetapi juga karena kepanikan pasar global.

Inflasi akan terjadi

Minyak adalah bahan bakar yang menjadi jiwa utama industri dan transportasi.

Load More