- Militer Iran, melalui IRGC, mengklaim melancarkan empat rudal balistik terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk.
- Akibat serangan tersebut, kapal induk bertenaga nuklir AS dilaporkan bergerak menuju Samudra Hindia menjauhi area konflik.
- Serangan ini merupakan bagian dari Operasi True Promise 4, balasan atas serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya.
Kehilangan figur-figur kunci ini memicu kemarahan besar di Teheran, yang kemudian direspons dengan mobilisasi kekuatan rudal balistik secara besar-besaran ke berbagai titik strategis milik Amerika Serikat.
IRGC menyatakan bahwa rincian lebih lanjut mengenai dampak kerusakan dan teknis serangan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, dunia internasional masih menunggu bukti-bukti visual atau konfirmasi tambahan, mengingat pejabat militer AS belum memberikan rincian teknis terkait klaim kerusakan pada kapal induk tersebut.
Spesifikasi USS Abraham Lincoln dan Dampak Geopolitik
USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang menjadi simbol kekuatan proyeksi armada laut Amerika Serikat di seluruh dunia.
Kapal ini telah dikerahkan di kawasan Teluk sebagai bagian dari kehadiran angkatan laut AS untuk mendukung operasi terhadap Iran serta menjaga jalur perdagangan energi global.
Keberadaan kapal induk ini di Samudra Hindia, jika terkonfirmasi sebagai bentuk penarikan diri dari zona tempur, menandakan adanya perubahan taktik yang signifikan di lapangan.
Serangan langsung terhadap kapal induk AS dianggap sebagai eskalasi paling signifikan dalam sejarah konflik kedua negara, mengingat kapal induk sering kali dianggap sebagai "wilayah kedaulatan terapung" bagi Amerika Serikat.
Serangan Meluas ke 14 Pangkalan Militer AS
Baca Juga: Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius
Selain menargetkan USS Abraham Lincoln, angkatan bersenjata Iran juga menyatakan telah melancarkan serangan serentak ke berbagai titik di Timur Tengah.
Klaim serangan ini mencakup penargetan terhadap 14 pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh kawasan.
Militer Iran juga menyatakan telah melakukan serangan udara terhadap posisi-posisi Amerika di negara-negara Teluk serta Wilayah Kurdistan di Irak.
Rentetan serangan ini menunjukkan kemampuan koordinasi militer Iran dalam menjangkau berbagai target strategis dalam waktu yang bersamaan, yang meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka di kawasan yang lebih luas.
Masyarakat internasional kini memantau dengan ketat bagaimana respons balasan yang akan diambil oleh Washington terhadap serangan yang menargetkan aset vital mereka di laut dan darat tersebut.
Berita Terkait
-
Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius
-
Pangeran Bermuka Dua: Bagaimana Mohammad bin Salman Rayu Trump untuk Habisi Iran
-
Trump Mulai Cawe-cawe Urusan Iran, Siapkan 3 Nama Calon Pemimpin Baru Pasca Khamenei Tewas
-
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
-
Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP, Langit Kalibata 'Menangis'
-
Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
-
Analis: Stok Pencegat Rudal AS Menipis, Kapal Perang dan Tanker di Selat Hormuz Jadi Incaran
-
Ketua MPR Harap Indonesia Tak Kena Dampak Perang ASIsrael dengan Iran
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Operasi Ketupat 2026, Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahmad Muzani Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Ingin Amandemen UUD 45
-
Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah
-
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan