- Inggris bersiap evakuasi 94.000 warganya dari Timur Tengah akibat eskalasi militer.
- Menlu Inggris pimpin operasi evakuasi besar-besaran wisatawan di kawasan Timur Tengah.
- Agresi militer AS-Israel ke Iran picu gelombang evakuasi warga negara asing.
Suara.com - Pemerintah Inggris tengah bersiap mengevakuasi sedikitnya 94.000 warga negaranya dari kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik regional yang kian memanas, lapor Daily Mail sebagaimana dikutip RIA Novosti, Senin (2/3/2026).
Puluhan ribu warga tersebut dilaporkan telah mendaftarkan detail kontak mereka ke Kantor Luar Negeri Inggris guna mendapatkan perlindungan.
Sebagian besar dari mereka merupakan wisatawan yang sedang berlibur di kawasan tersebut atau pelancong yang tengah transit menuju wilayah lain.
Operasi evakuasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper.
Saat ini, otoritas Inggris tengah menjalin negosiasi intensif dengan sejumlah maskapai penerbangan besar asal Arab guna mengamankan dukungan transportasi serta kelancaran operasional kerja sama evakuasi.
Krisis di kawasan ini dipicu oleh agresi militer bersama antara Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut menargetkan berbagai titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Iran merespons agresi tersebut dengan meluncurkan serangan rudal balasan yang menyasar wilayah kedaulatan Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pembelaan diri.
Baca Juga: Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Ironisnya, agresi militer terhadap Iran ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan isu nuklir di Jenewa, Swiss. Perundingan yang dimediasi oleh Oman tersebut sebelumnya diharapkan mampu meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. (Antara/Sputnik/RIA Novosti-OANA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba