- Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menegaskan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat pasca serangan mereka.
- Iran meragukan kepatuhan Amerika Serikat terhadap kesepakatan potensial yang mungkin dicapai melalui negosiasi.
- Iran mengharapkan dukungan dan kecaman keras dari negara sahabat dan negara-negara Islam atas serangan tersebut.
Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada negosiasi bagi Iran pasca serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Iran tidak yakin AS akan patuh terhadap kesepakatan yang dihasilkan bila dilakukan negosiasi.
"Tetapi bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat," kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
"Dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan?," katanya menambahkan.
Di sisi lain, Iran berharap besar dukungan kepada negara-negara sahabat atas yang terjadi di Teheran.
Bukan hanya kepada negara sahabat, Iran berharap negara-negara Islam atau berpenduduk muslim dapat mengutuk serangan yang dilakukan AS sejak Sabtu lalu.
"Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," katanya.
Sebelumnya seperti diberitakan The Wall Street Journal, Israel dan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan serangan militer gabungan pada Sabtu dini hari.
Menurut laporan itu, serangan dimulai pada Sabtu pagi dan melibatkan operasi udara berskala besar. Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti di wilayah Iran sejak awal penyerbuan.
Baca Juga: Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan 3 Opsi Darurat
Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam, selain sistem pertahanan udara, rudal balistik dan peluncurnya, fasilitas intelijen, serta pusat komando.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target yang komprehensif, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.
Serangan gabungan yang diluncurkan pada Sabtu itu dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Berita Terkait
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
Niat Prabowo Jadi Juru Damai Iran dengan AS-Israel Diragukan: Misi "Bunuh Diri Politik"
-
Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan 3 Opsi Darurat
-
Serang Iran, Donald Trump 'Dirujak' Sederet Artis Hollywood Habis-habisan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah