- Serangan udara AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran pada Sabtu (28/2), memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
- Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mendesak AS dan Israel menghentikan operasi militer demi menghindari perluasan ketegangan regional.
- Iran menyatakan pembelaan diri penuh setelah perundingan terhambat, sementara Oman dan Prancis menyerukan gencatan senjata serta solusi diplomatik.
Saat berbicara dengan Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, Wang Yi memberikan peringatan keras mengenai tatanan dunia yang terancam runtuh jika agresi militer dibiarkan tanpa sanksi internasional. Ia menekankan bahwa kekuatan militer bukan lisensi untuk bertindak sewenang-wenang.
"Negara besar tidak boleh bertindak sewenang-wenang menyerang negara lain dengan mengandalkan keunggulan militer, dan dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik," ungkap Wang Yi.
Prancis pun mengakui posisi strategis China dalam meredam gejolak ini. Menlu Barrot menyoroti bahwa operasi militer AS-Israel dilakukan tanpa restu PBB.
"Operasi militer AS dan Israel terhadap Iran tidak dikonsultasikan dengan Dewan Keamanan PBB dan tidak memperoleh otorisasi Dewan Keamanan. Saat ini semua pihak perlu bersama-sama mendorong penurunan eskalasi situasi dan menyelesaikan isu nuklir Iran serta persoalan terkait lainnya melalui perundingan," ujar Barrot.
Serangan AS Tewasnya Khamenei dan Petinggi Militer Iran
Situasi panas ini dipicu oleh serangan mematikan AS dan Israel ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2). Agresi tersebut tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga menewaskan jajaran elite kepemimpinan Iran.
Selain Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serangan itu menewaskan Komandan IRGC Mohammad Pakpour, Kepala Staf Militer Abdulrahim Mousavi, Menhan Aziz Nasirzadeh, hingga Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal massal ke aset-aset AS dan Israel di kawasan Teluk. Data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan total korban tewas akibat rangkaian konflik ini telah mencapai 555 orang. (Antara)
Baca Juga: Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?
Berita Terkait
-
Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai
-
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian
-
Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?
-
Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran? Ini Kronologinya
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual