- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap KPK melalui OTT di SPKLU Semarang pada Selasa (3/3) dini hari.
- Penangkapan dramatis ini merupakan OTT ketujuh KPK sepanjang 2026, melibatkan penangkapan ajudan dan 11 orang lain.
- KPK menetapkan Fadia Arafiq tersangka tunggal pada Rabu (4/3/2026) terkait korupsi pengadaan jasa 2023-2026.
Suara.com - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim penindakan lembaga antirasuah, KPK.
Uniknya, penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Semarang, Jawa Tengah, saat kendaraan yang ditumpanginya sedang melakukan pengisian daya.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa proses penangkapan ini diwarnai dengan aksi pengejaran yang cukup dramatis.
Tim KPK awalnya bergerak melakukan pemantauan di wilayah Kabupaten Pekalongan, namun target sempat berpindah lokasi sehingga petugas hampir kehilangan jejak.
Dinamika di lapangan menuntut kecepatan dan ketepatan tim dalam melacak keberadaan sang bupati yang tengah menuju arah ibu kota provinsi.
“Setelah dari Pekalongan itu, tim ada yang bergerak ke Semarang, bahkan hampir kehilangan yang bersangkutan,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Keberadaan Fadia Arafiq akhirnya terdeteksi pada Selasa (3/3) dini hari di salah satu titik SPKLU di Semarang. Teknologi kendaraan listrik yang memerlukan waktu pengisian daya tertentu tampaknya menjadi faktor penentu yang memudahkan tim KPK untuk melakukan penyergapan secara presisi.
Tanpa adanya perlawanan berarti, Fadia Arafiq diamankan saat sedang menunggu proses pengisian baterai mobil listriknya selesai.
Asep Guntur Rahayu menyebutkan bahwa penemuan lokasi keberadaan Fadia merupakan sebuah momentum krusial dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
Pihaknya mengakui ada unsur ketidaksengajaan yang menguntungkan petugas saat melakukan penyisiran di titik-titik fasilitas publik di Semarang.
“Ketika sampai ke Semarang, itu semacam ada keberuntungan lah. Dicari, ternyata mobil listrik lagi dicas, lagi diisi. Nah di situ (SPKLU) ketemunya,” katanya.
Penangkapan Fadia Arafiq ini menambah daftar panjang aksi penindakan KPK sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis, operasi ini merupakan OTT ketujuh yang dilakukan KPK pada tahun ini.
Momentum penangkapan yang bertepatan dengan bulan Ramadan menunjukkan bahwa lembaga antirasuah tetap menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan tanpa mengenal waktu, terutama terhadap potensi penyalahgunaan anggaran daerah.
Dalam rangkaian operasi tersebut, KPK tidak hanya mengamankan sang bupati. Tim penyidik juga menangkap ajudan serta orang kepercayaan Fadia Arafiq yang berada di lokasi yang sama di Semarang.
Selain itu, operasi ini berkembang luas hingga ke wilayah asal target di Pekalongan. Tercatat, KPK mengumumkan telah menangkap 11 orang lainnya dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan praktik rasuah yang sedang diselidiki.
Berita Terkait
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Kerugian Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Beberkan Bukti Audit BPK di Praperadilan Yaqut
-
Potret Fadia Arafiq Berseragam Tahanan Saat Digiring KPK
-
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
Dudung Ungkap Alasan Kepala BGN Diganti, Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Kantor BGN Masih Digeledah Kejagung, Lantai Dua Steril dari Aktivitas Pegawai
-
KPK Amankan Belasan Orang di OTT Imigrasi Jakbar, Dirjen Imigrasi Buka Suara
-
Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'
-
Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
-
Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!
-
KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja
-
Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN