- Mantan Marinir AS, Brian McGinnis, patah tangan saat diseret paksa keluar ruang sidang oleh Senator Tim Sheehy.
- Insiden terjadi pada Kamis (4/3/2026) di sidang subkomite Angkatan Bersenjata AS karena protes McGinnis menentang perang untuk Israel.
- Pengeluaran paksa McGinnis terekam video, menyebabkan kepanikan dan kecaman publik terhadap tindakan kekerasan tersebut.
Suara.com - Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan mantan Marinir Amerika Serikat (AS) terekam kamera dan memicu kecaman publik di AS.
Seorang demonstran anti-perang yang juga merupakan mantan Marinir AS, Brian McGinnis, disebut mengalami patah tangan setelah diseret paksa keluar dari ruangan sidang oleh Senator AS Tim Sheehy, bersama aparat kepolisian.
Dalam cuitan akun media sosial X Al Jazeera Inggris @AJEnglish, menuliskan peristiwa dramatis ini terjadi di tengah berlangsungnya sidang subkomite Angkatan Bersenjata AS.
"Tidak ada yang mau berperang untuk Israel. Senator AS Tim Sheehy bergabung dengan polisi dalam mengeluarkan secara paksa demonstran anti-perang dan mantan Marinir Brian McGinnis dari sidang subkomite Angkatan Bersenjata,” tulis keterangan akun X tersebut, pada Kamis (4/3/2026).
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, insiden bermula saat McGinnis dengan lantang meneriakkan, "Nggak ada yang mau perang buat Israel!" kepada para peserta sidang.
Sesaat setelahnya, aparat kepolisian dan Senator Tim Sheehy tampak turun tangan langsung menyeret tubuh veteran tersebut keluar ruangan.
Namun, proses evakuasi paksa itu berujung petaka ketika tangan McGinnis terjepit di sela-sela pintu dengan posisi badan yang diangkat bersama oleh Tim Sheehy.
"Aku terjebak di pintu," rintih McGinnis dalam video tersebut.
Kondisi itu memicu kepanikan luar biasa dari para hadirin di ruang sidang. Terdengar jeritan dari seorang wanita yang menyadari insiden tersebut.
Baca Juga: Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
"Tangannya! Tangannya! Ya ampun! Tangannya!" teriaknya.
Suasana ruangan yang kian memanas dan membuat jalannya sidang terhenti sementara. Aparat kepolisian pun segera mengambil alih situasi dan berusaha menenangkan massa yang marah.
"Tolong semuanya duduk," himbaunya.
Kendati demikian, para hadirin tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka atas aksi kekerasan terhadap seorang veteran di dalam ruang demokrasi tersebut.
Reporter: Tsabita Aulia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi