- Polda Banten tangkap pasutri pelaku perdagangan orang bermodus lowongan kerja restoran.
- Korban perdagangan orang di Banten dipaksa menjadi pekerja seks lewat MiChat.
- Tersangka TPPO di Banten terancam lima belas tahun penjara akibat eksploitasi remaja.
Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penawaran pekerjaan di restoran. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sepasang suami istri yang diduga menjadi otak di balik praktik tersebut.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa kasus ini terendus setelah adanya penyelidikan terkait dugaan perdagangan orang pada 16 Februari 2026.
"Kami meringkus dua tersangka, yakni pasangan suami istri berinisial FA (26) dan AB (27)," ujar Maruli kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Maruli membeberkan bahwa kedua tersangka merekrut perempuan muda dengan iming-iming pekerjaan sebagai staf restoran. Namun, setelah korban terjebak, mereka justru dipaksa melayani pelanggan dan dipromosikan sebagai pekerja seks komersial melalui aplikasi MiChat dengan tarif antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
Berdasarkan hasil penyidikan, praktik ilegal ini telah dijalankan tersangka selama kurang lebih satu tahun.
Salah satu korban, Mawar (bukan nama sebenarnya) yang berusia 17 tahun, dijanjikan pekerjaan layak tapi justru dipaksa melayani hingga lima pelanggan setiap hari.
"Tersangka mengiming-imingi korban upah sebesar Rp10 juta jika berhasil memenuhi target tersebut," jelas Maruli.
Saat ini, FA dan AB telah resmi ditahan di Rutan Polda Banten. Keduanya dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 10 jo Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan/atau Pasal 455 KUHPidana. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Sementara itu, korban saat ini tengah mendapatkan pendampingan khusus. Polda Banten terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna menjamin perlindungan serta pemulihan psikis korban. Maruli mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melaporkan setiap dugaan praktik perdagangan orang di lingkungan sekitar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Lipstick untuk Remaja, Warnanya Natural dan Fresh!
“Peran aktif masyarakat sangat krusial dalam mencegah serta memberantas kejahatan TPPO,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL