- Ketua Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah segera mitigasi penyelenggaraan haji karena konflik Timur Tengah sulit diprediksi.
- Pemerintah didorong negosiasi klausul *force majeure* agar dana jemaah aman jika terjadi pembatalan keberangkatan haji.
- Dia mengusulkan kajian rute penerbangan alternatif dan jaminan biaya tambahan tidak dibebankan kepada jemaah.
Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, meminta pemerintah segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan skema alternatif terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Hal ini merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak pada keselamatan serta kelancaran ibadah jemaah Indonesia.
Marwan menjelaskan, meski secara formal Komisi VIII belum membahas hal ini karena masih dalam masa reses, ia menekankan pentingnya pemerintah mengambil langkah antisipatif sejak dini.
"Langkah-langkah yang diambil itu mungkin berbagai alternatif. Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat," ujar Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Jika situasi memburuk hingga menyebabkan pembatalan keberangkatan, Marwan mendorong pemerintah untuk memastikan dana jemaah yang sudah disetorkan ke penyedia layanan di Arab Saudi tidak hilang begitu saja.
Ia meminta pemerintah mulai menegosiasikan klausul force majeure dengan pihak maskapai, perhotelan, hingga penyedia katering.
"Pemerintah kita dorong dapat meyakinkan berbagai pihak penyedia layanan jemaah supaya yang sudah dibayarkan itu tidak loss. Force majeure-nya berapa persen, itu yang ingin kita dorong supaya kewajiban yang sudah disetorkan pemerintah tidak hilang semua," tegasnya.
Selain risiko pembatalan, Marwan juga menyoroti skenario jika konflik memanas saat jemaah sudah berada di Tanah Suci dan kesulitan untuk pulang.
Ia mengusulkan agar pemerintah mulai mengkaji rute penerbangan alternatif demi menghindari wilayah udara yang berbahaya.
Baca Juga: Komisi III DPR RI akan RDPU Perkara Korban Pencurian yang Justru Dijadikan Tersangka
"Mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika? Jadi terbang dari Jeddah menuju Nairobi, kemudian ke arah Afrika baru melewati lautan lepas, tidak di pinggir-pinggir kepulauan," usulnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika terjadi masa tinggal yang lebih lama akibat kendala transportasi, beban biaya tambahan tersebut tidak boleh dibebankan kepada jemaah. Pemerintah diminta menghitung ulang manajemen penempatan jemaah selama di Arab Saudi dalam kondisi darurat.
Komisi VIII DPR berencana memanfaatkan waktu yang singkat setelah masa reses berakhir pada tanggal 10 Maret 2026 mendatang untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah.
"Masuk tanggal 10, kemudian tanggal 13 sudah masuk masa tugas. Empat hari itu akan kita manfaatkan. Tapi bila dianggap mendesak, saya kira dalam keadaan tugas sekalipun, kita akan kembali dari dapil untuk segera menetapkan langkah-langkah (darurat)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR RI akan RDPU Perkara Korban Pencurian yang Justru Dijadikan Tersangka
-
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Tanggapi Vonis 5 Tahun ABK Fandi Ramadhan
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Tak Jadi Dihukum Mati, Ini Kata Habiburokhman
-
DPR Perkuat Sinergi dengan Kementerian Keuangan, Tindaklanjuti Aspirasi ADKASI
-
3 Lembaga Rating Beri Outlook Negatif, DPR Ingatkan Pemerintah Disiplin Lindungi Fiskal Negara
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
Terkini
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga
-
BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel
-
Bahlil Lahadalia: Al-Quran Tegaskan Kekayaan Tak Boleh Dikuasai Segelintir Orang
-
Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi
-
Krisis Geopolitik Memanas, Boni Hargens Dukung Pernyataan Dasco Soal Persatuan Nasional
-
Jadi Tersangka Usai Unggah Rekaman CCTV, Nabilah OBrien Menangis: Di Mana Hati Nurani Kalian?
-
Ngeri! Istri Muda di Tangerang Habisi Suami, Jasad Penuh Luka Sayatan di Tempat Tidur
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah